Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Berawan, 22 ° C

Tingkat Kewirausahaan Petani Tanah Air Masih Lemah

Nurhandoko
MENTERI BUMN Rini Soemarno bersama Bupati Ciamis Iing Syam Arifin berfoto bersama di Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu, 20 Maret 2019.*/NURHANDOKO/PR
MENTERI BUMN Rini Soemarno bersama Bupati Ciamis Iing Syam Arifin berfoto bersama di Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu, 20 Maret 2019.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Tingkat wirausaha petani tanah air masih rendah. Ini dikatakan Menteri BUMN Rini Soemarno ketika menghadiri acara peresmian Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu, 20 Maret 2019.

Menguatkan petani dengan membidik sisi wirausaha dikatakan Rini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kemakmuran mereka. Karenanya, ia meminta BUMN untuk merancang program kewirausahaan bagi petani.

"Kewirausahaan petani masih lemah, tidak hanya secara ekonomi akan tetapi juga pengetahuan. Oleh karenanya perlu kehadiran negara mendorong petani berkelompok berwirausaha yang didukung sarana prasarana pertanian modern,” kata Rini.

Ia juga mengatakan program kewirausahaan untuk petani sudah dirintis di sembilan kabupaten di Jawa Barat. Yakni Indramayu, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Sumedang, Majalengka, Tasikmalaya, dan Ciamis. Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh BUMN masing-masing wilayah melalui pembentukan kelembagaan Perseroan Terbatas.

“Bank Mandiri membentuk PT Mitra Desa Pamarican (MDP) yang sahamnya oleh PT Mitra Bumdes Nusantara, perkumpulan 14 BUMDes bersama, perkumpulan Gapoktan Bersama (14 Gapoktan) yang mewakili 6.200 petani di Pamarican,” katanya.  

Sedangkan BRI, lanjut Rini, mendapat tugas di Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya. Mengelola gudang sistem resi gudang Jamanis yang menyimpan hasil panen PT Mitra Desa Bersama Cisuka sebelum hasil panen dapat diperjual-belikan di pasar lelang maupun penjualan langsung.

“Komoditas yang biasa disimpan, diantaranya gabah, beras jagung , kopi, kakao. Sistem resi gudang merupakan layanan tunda jual. Hal itu bermanfaat untuk melindungi petani dari rendahnya harga jual hasil panen pada saat panen raya,” tutur Rini.  

Dikatakan, Bank Mandiri bersinergi dengan PT Pertani memberikan CSR berupa Sistem Pengolahan Beras Terpadu (Integrated Rice Center – IRC) kepada Gapoktan Bersama. Sistem pengolahan tersebut tidak hanya mempu mengolah gabah petani saja, akan tetapi juga mampu menyerap beras medium dari usaha pengolahan beras tradisional setempat. “SPBT mampu berporduksi sepanjang musim, serta tidak mematikan usaha pengolah padi setempat,” tutur Rini.

BUMN menggunakan sistem penggilingan beras modern melalui rice milling unit (RMU)  atau penggilingan padi dengan memergunakan mesin kompak yakni pemecah kulit padi dan pemutih beras menjadi satu kesatuan. Pada kesempatan tersebut, Rini juga langsung melihat proses penggilingan padi, mulai dari gabah hingga menjadi beras putih dengan beberapa kualitas. 

Rini mengungkapkan, salah satu permasalahan petani adalah mata rantai produksi padi menjadi beras masih rendah. Akibatnya petani tidak merasakan keuntungannya. Ini karena petani tidak memiliki dana sehingga terpaksa menjual gabah sebelum panen atau ijon.

“Kami ingin petani dapat merasakan harga beras yang lebih tinggi. Biasanya saat panen harga gabah jatuh, akan tetapi harga beras tetap tinggi atau tidak jatuh. Oleh karenanya kami membangun RMU, serta membantuk Mitra Bumdes, dengan tujuan utamanya meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.***

Bagikan: