Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Sebagian cerah, 23.2 ° C

Pencuri Spesialis Gembos Ban Diduga Satu Jaringan

Hilmi Abdul Halim
KEPALA Polres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Matrius menunjukkan sepada motor milik pelaku pencurian dengan modus gembos ban, Rabu, 20 Maret 2019. Kejahatan tersebut dinilai marak terjadi akhir-akhir ini melibatkan komplotan yang diduga terhubung dalam satu jaringan.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
KEPALA Polres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Matrius menunjukkan sepada motor milik pelaku pencurian dengan modus gembos ban, Rabu, 20 Maret 2019. Kejahatan tersebut dinilai marak terjadi akhir-akhir ini melibatkan komplotan yang diduga terhubung dalam satu jaringan.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).-
Pencurian dengan modus gembos ban sedang marak terjadi di wilayah Jawa Barat. Komplotan pencuri spesialis modus tersebut diduga saling berhubungan dalam satu jaringan yang sama di Jawa Barat.

Kepolisian Resor Purwakarta menembak salah seorang anggota komplotan pencuri tersebut. "Dari komplotan ini, dua pelaku yang sudah ditangkap. Empat orang lainnya masih buron," kata Kepala Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Matrius, Rabu, 20 Maret 2019

Matrius mengaku terpaksa menembak salah seorang pelaku karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap di kontrakannya di Cimahi. Kedua pelaku diketahui berinisial DI (27) dan EDS (21) warga Desa Kepala Purut Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lembong Bengkulu.

Penangkapan kali ini berawal dari laporan masyarakat pada akhir Februari 2019 lalu. Korban berjumlah dua orang melaporkan tindak pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh dua orang pelaku menggunakan satu unit sepeda motor.

Pelaku diduga membuntuti korban-korbannya yang baru mengambil uang dari bank. Di perjalanan, pelaku lainnya sengaja menempatkan paku khusus untuk menggembosi ban kendaraan roda empat yang ditumpangi korban hingga korban terpaksa menepikan kendaraannya.

"Pelaku biasanya menggembosi ban (kendaraan milik) korban saat di lampu merah. Ketika korban mengecek kendaraannya yang bocor itu pelaku mengambil barang dan uang korban di dalam mobil," kata Matrius. Para pelaku dinilai cukup ahli sehingga korban tidak bisa mencegah pencurian.

Korban pertama bernama Adi Supriyadi mengalami pencurian tersebut di sekitar Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur. Sedangkan, Wahyu Tahmim yang menjadi korban selanjutnya dicuri di Desa Bojong Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta.

"Uang yang diambil pelaku dari Adi sebesar Rp 60 juta dan korban atas nama Wahyu diambil Rp30 juta," kata Matrius. Uang tersebut disita dari para pelaku bersama barang bukti lainnya seperti komputer jinjing, kikir batangan, paku yang sudah modifikasi dan dua unit sepeda motor.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta Ajun Komisaris Handreas Andrian menduga para pelaku yang ditangkap di sejumlah daerah belakangan ini, masih dari satu jaringan. "Mereka hampir setiap bulan beraksi di wilayah Jawa Barat," katanya.

Selain pelaku yang mengambil barang berharga dari kendaraan milik korban, pelaku lainnya bertugas menebar paku di jalan. Para pelaku dapat diganjar Pasal 363 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman selama tujuh tahun penjara.

Untuk mengantisipasi kejahatan serupa, masyarakat diminta waspada terutama saat membawa uang tunai dalam jumlah banyak. "Jangan meninggalkan barang (tas berisi barang berharga) di dalam mobil saat berhenti (parkir atau mogok). Bawa barang berharga dalam kondisi aman," kata Handreas.***

Bagikan: