Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Keinginan Sampah Menjadi Listrik Belum Juga Terwujud di TPA Sumur Batu

Riesty Yusnilaningsih
Sampah/DOK. PIKIRAN RAKYAT
Sampah/DOK. PIKIRAN RAKYAT

BEKASI, (PR).- Uji coba kedua pengolahan sampah menjadi listrik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, gagal terlaksana. Kegagalan pengolahan disebabkan kerusakan mesin penghasil listrik yang dimiliki PT Nusa Wijaya Abadi selaku operator Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantinah, mengatakan, uji coba kedua dijadwalkan pada Kamis, 14 Maret 2019 hingga Jumat, 15 Maret 2019. Namun, dari hasil peninjauan, tidak terlaksana kegiatan pengolahan sampah menjadi listrik.

"Dari hasil peninjauan kami, pada saat uji coba, tidak terlaksana aktivitas pembakaran sampah juga pembuatan listrik berbahan sampah tersebut," kata Kustantinah, Selasa, 19 Maret 2019.

Menurut dia, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari PT NW Abadi, uji coba tidak dilaksanakan karena ada kerusakan pada governor turbine. Sementara, suku cadang yang diperlukan untuk perbaikan mesin tersebut belum tersedia meskipun tengah diupayakan pengadaannya secara impor.

Uji coba yang dilakukan sebelumnya juga pernah terkendala mesin yang mendadak mati setelah 10 menit dioperasikan. Petugas membutuhkan waktu selama dua jam untuk mengganti generator. Setelahnya, uji coba kembali hanya bisa dilakukan selama 10 menit kemudian.

Atas pengalaman itu, Pemkot Bekasi mendesak agar PT NW Abadi memenuhi komitmen dalam menjalani kerja sama yang tertuang dengan pemerintah. "Harusnya tidak bisa begitu, ketika kita minta dioperasikan kapan pun waktunya, mereka sudah harus siap," katanya.

Mesin rusak karena daya listrik tidak sesuai

Saat dikonfirmasi, Presiden Direktur PT NW Abadi, Tenno Sujarwanto, mengakui bahwa proses uji coba tahap kedua PLTSa gagal karena persoalan kerusakan di bagian governor turbine. Tenno beralasan, pihaknya membutuhkan waktu untuk mendatangkan suku cadang yang dipesan.

"Pengadaan suku cadang itu inden dan vendor dari pihak ketiga masih mengupayakan untuk mendapatkan suku cadangnya," kata Tenno.

Sambil menunggu kedatangan suku cadang itu, Tenno berupaya memanggil teknisi untuk mencoba memperbaiki kerusakan yang terjadi. Pada Selasa, 19 Maret 2019, pagi, teknisi melakukan pengecekan mesin yang diindikasi mengalami kerusakan.

Tenno mengatakan, governor turbine rusak karena sering dioperasikan tanpa memenuhi standar kapasitas minimal daya listrik sebesar 1,5 MegaWatt. Daya listrik yang dihasilkan mesin, kata dia, terpaksa turun menjadi 0,25 MW sesuai kebutuhan di lingkungan PLTSa karena pihaknya keterbatasan jaringan atau daya tampung listrik.

"Kalau sudah menjalin kerja sama dengan PLN, daya listrik yang dihasilkan bisa lebih besar karena listrik sudah disalurkan ke tempat lain," ucapnya.

Tenno mengatakan, ada dua mesin yang digunakan di PLTSa untuk menghasilkan listrik dari sampah di TPA Sumur Batu, yaitu mesin pemusnah sampah dan mesin penghasil listrik. "Yang rusak itu mesin penghasil listrik, sedangkan Pemkot mau proses uji coba itu simultan, bukan bertahap," katanya.***

Bagikan: