Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

Kabupaten  Cianjur Darurat Narkoba

Shofira Hanan
ILUSTRASI peredaran narkoba.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI peredaran narkoba.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

CIANJUR, (PR).- Sebanyak 28 dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur  terindikasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Bahkan, di  110 desa dari total 360 desa sudah terjadi indikasi penyalahgunaan tersebut.

Hingga saat ini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur pun telah mengungkap sebanyak 89 kasus yang diperoleh dari Polres Cianjur, BNNK, dan BNN Provinsi Jawa Barat. Saat ini sudah berada pada tahapan indikasi peredaran, menguasai tanpa hak, dan pemakaian narkotika. Para pelaku yang terlibat, diantaranya menjalani proses hukum ataupun mendapatkan kesempatan rehabilitasi.

“Kondisi ini sangat darurat, dan narkoba di Cianjur harus diperangi. Makanya, kami berusaha berkomitmen dengan pemerintah terkait, supaya kepala desa dan lurah bisa bergabung mewujudkan desa bersih narkoba (Desa Bersinar),” ujar Kepala BNNK Cianjur, Basuki, Rabu 20 Maret 2019.

Basuki menilai, harus ada kerja sama yang konsisten dan menyeluruh agar desa bersih dari narkoba. Maka dari itu, dibentuknya Desa Bersinar itu diharapkan dapat mempersulit peredaran, dan kesulitan pencegahan penyalahgunaan natkoba bisa teratasi.

“Bandar-bandar dan kurir akan kesulitan untuk bergerak di Cianjur,” ucapnya.

Menurut dia, dalam proses pembentukkan  Desa Bersinar dilakukan secara bertahap. Diawali dengan pemetaan pada Januari lalu, dilanjutkan dengan sosialisasi dan diseminasi kepala desa, camat, danramil, hingga kapolsek. Hal itu dilakukan, agar seluruh pihak paham betul cara menggerakkan komponen masyarakat di desa.

Selain itu, untuk saat ini pihak terkait baru dalam tahapan pembuatan regulasi, pemetaan, dan memastikan kesiapan perangkat. Ia mengatakan, kondisi yang ada perlu terus diwaspadai karena sampai saat ini peredaran narkoba di Cianjur tergolong lengkap.

“Di sini ada sabu, ganja, dan psikotropika lainnya. Peredarannya juga rata-rata dilakukan jaringan tertentu yang sudah lama berjalan,” kata Basuki.

Kabupaten Cianjur pun memang terus diwaspadai terkait potensi peredaran narkoba. Apalagi, wilayah Cianjur kerap menjadi perlintasan menuju ke berbagai daerah sehingga rawan disalahgunakan.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarwangi Kecamatan Haurwangi, Cecep Surahman mengatakan, akan mulai mengalokasikan anggaran dana desa untuk kegiatan pencegahan. Bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, ia menginginkan, agar dana desa yang dialokasikan dapat digunakan sesuai tujuan bersama.

“Sebenarnya, semua desa juga sudah melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi. Cuma, seringkali hal itu tidak berkelanjutan dan tidak ditindaklanjuti dengan proses lainnya. Makanya, kami akan menindaklanjuti setiap kegiatan pencegahan narkoba. Untuk menwujudkan desa bersih narkoba,” ujar dia. ***

Bagikan: