Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Hendak Salat ke Musala, Ibu Rumah Tangga Tewas di Selokan

Tim Pikiran Rakyat
WARGA kawasan Jalan Rancabango, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Selasa 19 Maret 2019 dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang merupakan warga setempat.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
WARGA kawasan Jalan Rancabango, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Selasa 19 Maret 2019 dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang merupakan warga setempat.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Warga Jalan Rancabango, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa 19 Maret 2019 digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di selokan. Warga lebih kaget lagi karena mayat tersebut ternyata salah seorang warga setempat.

Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Tito Bintoro membenarkan adanya penemuan sesosok mayat di selokan Pedati yang berlokasi di kawasan Jalan Rancabango, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh tiga warga yakni Arif, Gilang, dan Ganjar. 

"Saat itu sekitar pukul 14.00 WIB, saksi Arif (28), warga Kampung Nagara Tengah RT 04 RW 01, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler sedang berkumpul di rumahnya bersama dua rekannya yakni Gilang dan Ganjar. Lokasi rumah Arif sendiri berdekatan dengan selokan Pedati tempat mayat tersebut ditemukan," ujar Tito kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Awalnya, tutur Tito, Ganjar berniat untuk pergi ke musala yang letaknya tak jauh dari rumah Arif. Namun tiba-tiba Ganjar melihat ada benda mencurigakan yang mirip boneka sedang terapung di atas selokan Pedati. 

Ganjar pun langsung memanggil Arif dan Gilang untuk memastikan apakah benda yang mengapung di selokan itu benar-benar boneka atau bukan. Namun alangkah kagetnya mereka manakala menyadari jika benda tersebut ternyata sesosok tubuh manusia.

"Setelah dicek, tiga orang warga ini langsung kaget karena benda yang terapung di dalam selokan itu ternyata bukan boneka tapi tubuh manusia. Namun saat itu mereka belum bisa memastikan jenis kelamin sosok tersebut karena poisinya yang telungkup," katanya.

Arif beserta kedua rekannya itupun kemudian memutuskan untuk memberitahukan hal itu kepada warga lainnya. Maka dalam waktu sekejap, warga berdatangan ke lokasi penemuan sosok manusia di atas selokan tersebut.

Langsung berteriak

Sementara dalam waktu bersamaan, seorang warga Kampung Loji, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Jajang (41), sedang mencari keberadaan isterinya yang keluar dari rumah dan belum kembali. Jajangpun kaget setelah mendengar berita ada sosok manusia yang terapung di selokan, tak jauh dari rumahnya.

Tito menjelaskan, bersama warga lainnya, Jajang pun datang ke lokasi penemuan sosok manusia yang terapung di selokan. Sesampainya di lokasi, Jajang langsung turun ke selokan karena melihat baju yang dikenakan sosok yang terapung di selokan itu sama persis dengan pakaian yang dikenakan isterinya saat keluar dari rumah.

Menurut Tito, Jajang langsung berteriak ketika menyadari jika sosok yang ditemukan terapung di selokan itu ternyata isterinya yang tengah dicarinya. Iapun langsung meminta bantuan warga untuk mengangkat tubuh isterinya dari dalam selokan akan tetapi saat itu isterinya tersebut diketahui sudah tak bernyawa. 

"Dari keterangan Jajang, akhirnya kita dapat memastikan bahwa sosok yang ditemukan terapung di selokan Cipadati itu adalah Neni Sumarsih binti Mamat, isterinya. Sebelumnya Neni turun dari rumah tapi tak sempat berpamitan ke suaminya sehingga kemudian suaminya melakukan pencarian," ucap Tito.

Dari data yang didapatkannya, tutur Tito, korban merupakan warga Kampung Loji, RT 01 RW 02, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler. Kesehariannya korban hanya sebagai ibu rumah tangga dan dikenal baik oleh tetangganya. 

"Dari hasil pernikahannya dengan Jajang, korban telah dikaruniai dua orang anak. Selama ini tetangga menilai korban sebgai orang yang baik dan tak terlihat ada permasalahan dengan siapapun," kata Tito.

Dari keterangan pihak keluarga, diduga korban terjatuh ke dalam selokan Cipadati yang saat itu airnya cukup deras saat korban mau ke musala. Pihak keluarga sudah menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai takdir dan tidak akan membuat laporan polisi serta tidak akan melakukan autopsi.***

Bagikan: