Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Caleg Bernisial S di Bogor Diduga Jadi Otak Pencurian Harta Nasabah Bank

Irwan Natsir
LIMA orang pelaku pencurian dengan pemberatan ditangkap Satuan Reskrim Polres Bogor. Dari pengakuan para pelaku, salah seorang otak pelaku kasus tersebut adalah calon anggota legislatif (caleg) dengan inisial S. Kasus ini saat ini dtangani pihak kepolisian.*/IRWAN NATSIR/PR
LIMA orang pelaku pencurian dengan pemberatan ditangkap Satuan Reskrim Polres Bogor. Dari pengakuan para pelaku, salah seorang otak pelaku kasus tersebut adalah calon anggota legislatif (caleg) dengan inisial S. Kasus ini saat ini dtangani pihak kepolisian.*/IRWAN NATSIR/PR

CIBINONG,(PR).- Salah seorang calon anggota legislatif (caleg) dengan inisial S diduga  menjadi otak tindakan pencurian dengan pemberatan. Aksi pencurian dilakukan kepada korban Fadhul Anshar, nasabah yang baru mengambil uang dalam jumlah cukup banyak.

Hal ini terungkap setelah Satuan Reskrim Polres Bogor berhasil menangkap lima orang pelaku dengan modus pengembosan ban mobil. Namun, pihak kepolisian menutup informasi mengenai caleg S tersebut, termasuk pencalonnya apakah di tingkat DPRD kabupaten/provinsi maupun pusat.

Dalam juma pers Selasa, 19 Maret 2019, di Mapolres Bogor di Cibinong, Kasat Reskrim, AKP Benny Cahyadi, hanya menyampaikan bahwa salah satu otak pelaku dalam kasus tersebut adalah seorang caleg dengan inisial S. Dia tidak mau memberikan keterangan lebih lengkap mengenai status caleg S tersebut.

Hal senada juga disampaikan Kasubag Humas Polres, AKP Ita Puspita Lena. Ketika diminta konfirmasi identitas caleg S, ia sama sekali tidak memberikan keterangan. “Salah satu caleg saja,” ujarnya.

Terungkapnya peran caleg S setelah pihak kepolisian menangkap lima orang pelaku tindakan pencurian dengan pemberatan. Kelima pelaku adalah SP (36), AM (32), NJ (42), HR (28), dan  NA (31). Kelima pelaku sudah ditahan di Mapolres.

Dijelaskan Benny, kelima pelaku ditangkap pekan lalu setelah adanya kejadian pencurian di area GOR Pakansari, Cibinong. “Setelah ada kejadian pencurian, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para pelakunya,” kata dia.

Ilustrasi/FIAN/PR

Modus pengempesan ban mobil

Kasus pencurian itu terjadi Senin, 4 Maret 2019. Seorang korban bernama Fadhul Anshar (25) dibuntuti para pelaku setelah mengambil uang di bank. Sejak dari dalam bank, korban sudah diawasi. Setelah mengambil uang dalam jumlah cukup banyak, ia lalu keluar bank dan naik ke mobil.

Sebelum mobil korban jalan, ternyata salah seorang pelaku telah memasang sandal jepit yang ada paku payung di ban mobil. Ketika mobil korban menuju arah stadion, para pelaku yang mengendarai sepeda motor membuntuti. Sesampai di area stadion, ban mobil korban kempes sehingga korban menghentikan mobil dan keluar untuk memeriksa ban yang kempes.

Di saat mobil korban berhenti, tiba tiba pelaku yang mengendarai sepeda motor menghampiri mobil dan langsung bereaksi mengambil uang yang ada di dalam mobil. “Ketika korban memperbaiki ban mobil yang kempes, para pelaku langsung mengambil uang di dalam mobil dan setelah berhasil langsung kabur,” kata Benny Cahyadi.

Ternyata, para pelaku kabur ke Plaza Jambu Dua yang lokasinya di jalan raya Padjajaran, Kota Bogor. Di plaza tersebut, pelaku masuk ke dalam warung kopi. Di dalam warung, uang hasil curian tersebut mereka bagi.

Pihak kepolisian, kata Benny Cahyadi, setelah mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan. Pada  Rabu, 13 Maret 2019, sekitar pukul 02.00 WIB, para pelaku berhasil diringkus polisi di beberapa tempat berbeda yang kemudian dibawa ke ruangan tahanan Mapolres.

Selain menangkap lima pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU, satu unit sepeda motor Honda Beat,  satu unit sepeda motor Honda Vario, potongan payung, dan delapan unit HP berbagai macam merk. Selain itu, ada pula tiga buah busi motor, empat pak kartu perdana Axis, empat buah dompet, dua buah kunci sepeda motor, satu lembar STNK sepeda motor Honda Beat No. Pol B-4379-KEO, dan uang sebesar Rp. 40. Juta.***

Bagikan: