Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Luhut Berjanji Rampungkan Pembangunan Dermaga yang Mangkrak di Sukabumi

Ahmad Rayadie
MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Republik İndonesia, Luhut Binsar Pandjaitan saat bertandang ke Dermaga PPI, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Selasa, 19 Maret 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR
MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Republik İndonesia, Luhut Binsar Pandjaitan saat bertandang ke Dermaga PPI, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Selasa, 19 Maret 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU,(PR).- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik İndonesia, Luhut Binsar Pandjaitan berjanji akan secepatnya merampungkan pembangunan Dermaga Cikahuripan. Diketahui, pembangunan dermaga mangkrak karena sejak dimulai tahun 2012 silam belum juga rampung hingga saat ini.

Padahal, keberadaan Dermaga PPI tersebut dibutuhkan ribuan nelayan untuk mendukung aktivitasnya. Data dari Dinas Kelautan Kabupaten Sukabumi menyebutkan ada sebanyak 3.200 nelayan di Sukabumi yang terkait dengan dermaga tersebut.

"Karena itu, menyangkut kebutuhan nelayan yang sangat mendesak, maka pembangunan Darmaga di Cisolok akan segera dirampungkan," kata Luhut ketika bertandang ke Dermaga PPI, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Selasa, 19 Maret 2019.

Selama ini, para nelayan hanya bisa turun jangkar berada jauh dari pesisir pantai. Sehingga tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, juga mengganggu aktivitas nelayan lain. Didampingi para tokoh nelayan, serta Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, Luhut mengatakan dermaga akan didesain ulang. Seiring adanya pendangkalan di sekitar darmaga yang dikhawatirkan mengganggu nelayan saat akan menepi.

"Bila perlu saya akan terlibat langsung dalam pembangunan untuk mempercepat prmbangunan," katanya.

Tindak tegas

Selain itu, Luhut mengimbau nelayan tidak terus-terusan mengambil benur dari laut. Larangan tersebut untuk mengantisipasi agar benur tidak habis sehingga dapat merugikan para nelayan dikemudian hari.

Luhut juga akan mendorong budidaya benur dengan melibatkan pemerintah Vietnam. Terutama untuk melakukan serangkaian pelatihan dan pemberdayaan pelatihan dan pembelajaran budidaya benur.

"Kita akan  panggil dan belajar dengan melibatkan para nelayan. Termasuk  akan memberangkatkan ke Vietnam," katanya.

Selain itu, dia juga mengatakan akan menindak tegas ilegal fishing. Termasuk menindak kapal asing yang masuk perairan İndonesia.***

Bagikan: