Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Jarak Tempuh Pengangkutan Jauh, Kendala Utama Masalah Sampah di Jatinangor

Adang Jukardi
TUMPUKAN sampah yang sudah terbungkus karung dan kantong plastik, tampak menggunung di atas trotoar Jalan Raya  Ir. Soekarno, Kec. Jatinangor, Selasa, 19 Maret 2019. */ADANG DJUKARDI/PR
TUMPUKAN sampah yang sudah terbungkus karung dan kantong plastik, tampak menggunung di atas trotoar Jalan Raya Ir. Soekarno, Kec. Jatinangor, Selasa, 19 Maret 2019. */ADANG DJUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Tumpukan sampah yang menggunung, dibiarkan belum terangkut di pinggir jalan protokol di pusat kota wilayah Kecamatan Jatinangor.  Tumpukan sampah tersebut, di antaranya terlihat di atas trotoar depan Bank Sumedang  di Jalan Ir. Soekarno, Jatinangor.

Tumpukan sampah lainnya, ada di  beberapa titik di sepanjang ruas jalan tersebut, tapi tidak sebanyak di depan Bank Sumedang. Tumpukan sampah itu, membuat wilayah perkotaan Jatinangor terlihat sareukseuk, atau kotor dan jorok.

Dari pantauan “PR” di lokasi, meski terlihat menggunung, tumpukan sampah di depan Bank Sumedang tidak berserakan dan menyebabkan bau. Sebab, semuanya sudah terbungkus kantong plastik dan karung plastik.

Begitu juga di tempat lainnya, sampahnya sudah terbungkus kantong plastik . Kendati sampahnya tidak berserakan dan bau, pengaruhnya membuat wajah perkotaan Jatinangor kumuh. Apalagi, tumpukan sampahnya berada di sepanjang jalan protokol yang lokasinya terbuka dan terlihat langsung oleh masyarakat luas.

Ketika dikonfirmasi melalui telefon, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Pertamanan dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, Ayuh Hidayat mengatakan, tumpukan sampah tersebut memang belum terangkut truk sampah. Sebab, perjalanan truk sampah dari DLHK ke Jatinangor, terhambat kemacetan di Jalan Raya Bandung-Cirebon, tepatnya di daerah Tunggulhideung, Kec. Pamulihan karena ada truk mogok.

“Biasanya dalam kondisi normal, sampai pukul 13.00, truk sampah bisa mengangkut sampah dari Jatinangor dua ritasi. Namun, hari ini sampai jam segini, truk sampah baru bisa mengangkut sampah satu ritasi akibat terhambat macet. Sekarang, truknya baru sampai ke TPSA (tempat pembuangan sampah akhir) Cibeureum Cimalaka. Nanti, kalau selesai membuang sampah ke TPSA Cibeureum, truk akan kembali ke Jatinangor untuk mengangkut sampah yang menumpuk di pinggir Jalan Ir. Soekarno, termasuk di depan Bank Sumedang. Hari ini juga, tumpukan sampah akan dibersihkan,” ujar Ayuh.

Selain kendala teknis akibat macet, kata dia, pengangkutan sampah di Jatinangor pun terkendala jarak tempuh yang cukup jauh. Diperparah lagi, volume sampah di wilayah Kecamatan Jatinangor terus meningkat. 

Selain sampah rumah tangga dari lingkungan masyarakat, juga sampah para PKL (pedagang kaki lima) di sepanjang Jalan Ir Soekarno pada malam hari.  Contohnya, tumpukan sampah di depan Bank Sumedang, ada sampah yang sudah terbungkus karung plastik yang cukup besar, ada juga yang dibungkus kresek kecil.

“Sampah yang terbungkus karung plastik, itu sampah dari lingkungan warga yang diangkut petugas kami, lalu dikumpulkan untuk diangkut kembali dengan truk. Kalau sampah yang terbungkus kresek kecil-kecil, itu sampah liar yang sengaja dibuang masyarakat, termasuk para pedagang malam hari,” ucapnya.

Ayuh mengatakan, tumpukan sampah di beberapa dititik di pinggir Jalan Ir. Soekarno tersebut, bukan sampah lama yang dibiarkan belum terangkut. Tumpukan sampah itu, sampah baru yang dibersihkan dan diangkut dari rumah-rumah warga. 
“Akan tetapi, ada juga warga yang membuang sampah langsung ke tumpukan sampah itu, sehingga tumpukan makin meninggi,” ucapnya.

Dia menjelaskan, wilayah Kecamatan Jatinangor tidak memiliki TPSS yang dikelola langsung DLHK. Sementara TPSS di Desa Hegarmanah, itu dikelola langsung  oleh Pemerintah Desa Hegarmah.***

Bagikan: