Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

Belum Lengkap, Berkas Perkara Ujaran Kebencian di Karawang Dikembalikan ke Penyidik Polri

Dodo Rihanto
UJARAN kebencian/DOK. PR
UJARAN kebencian/DOK. PR

KARAWANG, (PR).- Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, mengembalikan berkas perkara kasus ujaran kebencian yang dilakukan tiga emak-emak kepada penyidik Polres Karawang. Alasannya, setelah 14 hari berkas perkara dipelajari, pihak Kajaksaan masih menemukan kekurangan dan pasal-pasal yang harus dipangkas.

Demikian dikatakan Kepala Kejari Karawang, Rohayatie, di sela-sela acara penandatanganan kerjasama anatara Kejari dengan DPRD Karawang, di Gedung Paripurna DPRD Karawang, Senin, 18 Maret 2019. "Kami telah mengembalikan berkas ke penyidik polisi untuk diperbaiki," katanya.

Menurut dia, berkas perkara ujaran kebencian yang dilakukan tiga emak-emak terhadap pasangan Capres - Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin, baru memasuki status P19. Artinya, berkas perkara itu belum lengkap untuk dibawa ke persidangan.

UJARAN kebencian/UNZ

Syarat formil dan materil harus dipenuhi

"Masih banyak kekurangan. Dalam berkas yang dikembalikan itu ada pentunjuk jaksa yang harus dipenuhi penyidik," katanya.

Ketika ditanya hal apa saja yang harus dilengkapi, Rohayatie enggan mengungkapkan kepada wartawan. "Item tidak boleh kami sebutkan. Apalagi kekurangannya banyak. Harus dipenuhi itu, syarat formal dan materil dari Undang-undang yang diterapkan," katanya.

Meski begitu, Rohayatie tidak menampik jika kekurangan bukti tersebut di antaranya adalah mengenai keterangan saksi ahli dan hasil laboratorium digital.

Sebelumnya diinformasikan ada tiga tersangka dalam kasus ujaran kebencian itu. Ketiganya adalah Citra Widaningsih, Engqay Sugiyanti, dan Ika Peranika. Namun, orang yang menggunggah ujaran kebencian itu hanya Citra Widianingsih. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa tersangka merekam video pada tanggal 8 Februari 2019 dan kemudian diunggah 19 Februari 2019.***

Bagikan: