Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 20.1 ° C

TPA Burangkeng Akhirnya Dibuka

Tommi Andryandy
SAMPAH masih menumpuk di persimpangan Sentra Grosir Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, 18 Maret 2019. Meski Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng telah dibuka, Dinas Lingkungan Hidup mengaku membutuhkan setidaknya dua pekan untuk mengangkut sampah yang tidak terangkut selama 14 hari.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
SAMPAH masih menumpuk di persimpangan Sentra Grosir Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, 18 Maret 2019. Meski Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng telah dibuka, Dinas Lingkungan Hidup mengaku membutuhkan setidaknya dua pekan untuk mengangkut sampah yang tidak terangkut selama 14 hari.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi, akhirnya kembali dibuka. Warga sepakat membuka tempat pembuangan setelah mendapat jaminan bahwa seluruh tuntutannya akan dipenuhi, termasuk kompensasi dalam bentuk uang.

Meski telah dibuka, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menyatakan, mereka memerlukan waktu setidaknya dua pekan untuk mengangkut seluruh sampah yang terbengkalai. Alasannya, selama 14 hari TPA ditutup, sampah yang tidak diangkut mencapai belasan ribu ton.

Jaminan bahwa seluruh tuntutannya akan dipenuhi itu didapat warga secara langsung dari Pelaksana Tugas, Bupati Eka Supria Atmaja. Muhammad Husein, salah seorang warga mengaku menggelar pertemuan langsung dengan Eka di kediaman pribadinya.

“Jadi kemarin, Minggu, 17 Maret 2019, itu kami perwakilan diundang sama Pak Plt Bupati ke rumahnya. Kami membicarakan apa yang menjadi tuntutan kami, lalu akhirnya akan difasilitasi,” ucapnya, Senin, 18 Maret 2019. Pertemuan dihadiri perwakilan warga, bersama Kepala Desa Burangkeng dan Camat Setu.

Hussein pun mengatakan, pertemuan dengan Plt Bupati Bekasi dilakukan karena pertemuan dengan Asisten Daerah III tidak menghasilkan keputusan. Setelah Pt Bupati menyatakan akan memenuhi se‎mua tuntutan, maka warga kembali membuka TPA dan mengharapkan tuntutan mereka akan segera direalisasikan.

SAMPAH masih menumpuk di persimpangan Sentra Grosir Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, 18 Maret 2019. Meski Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng telah dibuka, Dinas Lingkungan Hidup mengaku membutuhkan setidaknya dua pekan untuk mengangkut sampah yang tidak terangkut selama 14 hari.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Seperti diketahui, sejak Senin, 4 Maret 2019, TPA Burangkeng ditutup warga sekitar. Aksi penutupan dilakukan lantara mereka memprotes tidak adanya kompensasi bagi warga terdampak sejak TPA didirikan. Mereka lantas menuntut kompensasi dalam bentuk uang.

Pemerintah Kabupaten Bekasi sempat menolak memberikan uang kompensasi karena tidak ada regulasi yang mengatur, baik dari undang-undang maupun peraturan pemerintah. Pemberian uang kompensasi akan difasilitasi setelah bertemu langsung dengan Eka.

Persoalan belum usai karena ribuan ton sampah masih tersebar

Secara terpisah, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dody Agus Suprianto, mengaku lega dengan dibukanya kembali TPA. Namun, persoalan belum usai lantaran terdapat belasan ribu ton sampah yang tersebar di pemukiman dan pasar yang harus segera diangkut. Dody menyebut, setidaknya diperlukan waktu dua pekan untuk mengembalikan pada kondisi normal.

“Tadi truk-truk sudah pada boleh masuk, namun kami masih mengatur jadwal truk yang masuk karena kan seluruh truk sudah penuh dan harus masuk. Kemudian, banyak sampah di luar yang belum diangkut. Makanya seminggu pertama kami akan fokus ke sampah yang ada di pemukiman, baru seminggu kedua ke sampah yang ada di tempat (pembuangan) sampah liar,” ujar dia.

TRUK sampah tertahan di akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi. Memasuki hari kesebelas, warga masih menutup akses masuk TPA.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Diungkapkan Dody, rata-rata produk sampah di Kabupaten Bekasi mencapai 800 ton per hari. Maka, selama 14 hari TPA ditutup, setidaknya ada 11.200 ton sampah yang tidak terangkut.

“Kalau ditanya perlu berapa truk sampah untuk mengangkut itu, saya tidak tahu yang pasti banyak. Tapi semua truk dikerahkan, ada 114 truk sampah di TPA kemudian ditambah yang di pasar jadi sekitar 140 truk kami kerahkan semua. Saya harap masyarakat dapat bersabar,” ujarnya.***

Bagikan: