Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya berawan, 21.9 ° C

Rahmat Effendi Janji Berantas 150.000 Pengangguran di Kota Bekasi hingga 2023

Riesty Yusnilaningsih
RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mempersiapkan sejumlah strategi dalam upaya mewujudkan janji politik berupa pengentasan 150.000 pengangguran selama kurun waktu periode kedua kepemimpinannya hingga 2023.

Salah satu strategi yang baru saja dilaksanakannya ialah menjalin kerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Cevest untuk pelatihan kepada 3.500 warga Kota Bekasi sepanjang 2019.

"Per tahunnya kami targetkan 30.000 pengangguran yang teratasi. Makanya kalau sekadar pelatihan untuk 3.500 orang di Cevest, akan sulit mengejar target tersebut," ucap Rahmat usai penandatanganan di Cevest, Senin 18 Maret 2019.

Oleh karena itu, ia mengusulkan dibangunnya dua blok Balai Latihan Kerja milik Kota Bekasi agar bisa menampung peserta pelatihan yang lebih banyak. "Kalau di Cevest ini, walau ada di Kota Bekasi, yang datang dari seluruh Indonesia. Makanya nanti Kota Bekasi bangun juga yang khusus diperuntukkan bagi warga Kota Bekasi, tapi dengan tenaga pelatih juga kurikulum materi dari Cevest ini," katanya.

Dalam kesempatan sama, Kepala BBPLK Cevest Helmiaty Basri mengatakan ada empat program keahlian yang bisa dituju peserta pelatihan, yakni Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknisi Elektronika, Regrigeration, dan Perhotelan. "Peserta bisa memilih program sesuai minatnya, tapi program unggulan di Cevest adalah TIK dan elektronika," katanya.

Peserta yang telah menyelesaikan masa pelatihannya di Cevest akan beroleh sertifikat kompetensi. Sertifikat ini yang menjadi daya tawar saat melamar pekerjaan ke perusahaan-perusahaan.

"Memang kami tidak berkewajiban menyalurkan lulusan. Namun kami menjembatani kebutuhan lulusan Cevest dengan dunia industri. Tiap kali industri datang meminta tenaga kerja, lulusan kami yang telah dinyatakan kompeten dan tersertifikasi yang kami utamakan diajukan kepada perusahaan," katanya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, 40 persen dari 5.000 warga Kota Bekasi yang berlatih tahun lalu bisa terserap di dunia kerja. Baik di dalam negeri maupun luar negeri.
"Sisanya bukan berarti menganggur, tapi banyak yang akhirnya membuka usaha mandiri. Sebab beberapa program yang ada di kami memang memungkinkan lulusan bisa usaha mandiri begitu lulus. Misalnya saja keahlian reparasi AC, barista, 'food and beverage', dan lainnya," katanya.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Sudirman mengatakan pihaknya selama ini agak kesulitan mendapatkan data riil penyerapan tenaga kerja. Sebab sering kali angkatan kerja tak melapor begitu telah mendapatkan pekerjaan. "Sistem pelaporan ini akan kami evaluasi supaya semuanya tergambar," katanya.***

Bagikan: