Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.4 ° C

Pembebasan Lahan, Kendala Tol Cisumdawu

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH pekerja mengerjakan proyek pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di area Cisumdawu Tunnel Project di kampung Sawah Buah, desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin 18 Maret 2019. Proyek pembuatan jalan tol Cisumdawu terus digenjot sebagai upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya di Jawa Barat.*/ADE MAMAD/PR
SEJUMLAH pekerja mengerjakan proyek pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di area Cisumdawu Tunnel Project di kampung Sawah Buah, desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin 18 Maret 2019. Proyek pembuatan jalan tol Cisumdawu terus digenjot sebagai upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya di Jawa Barat.*/ADE MAMAD/PR

PEMBANGUNAN fisik jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) kini terus dikebut. Proyek jalan tol sepanjang 60,1 kilometer itu membentang dari mulai Cileu­nyi di Kabupaten Bandung hinggga Dawuan di Kabupaten­Majalengka. Namun, sebagian besar ruas jalannya melewati wilayah Kabupaten Sumedang.

Proyek jalan tol tersebut dibangun di atas lahan seluas 1.144,78 hektare yang terbagi menjadi 6 seksi. Seksi 1, Cileunyi (Kabupaten Bandung)-Rancakalong sepanjang 12 kilometer; seksi 2 Rancakalong-Sumedang 17,2 kilometer; seksi 3 Sume­dang-Cimalaka 3,73 kilometer; seksi 4 Cimalaka-Legok/Kecama­tan Paseh 6,96 kilometer; seksi 5 Legok-Ujungjaya 16,35 kilometer; dan seksi 6 Ujungjaya-Dawuan Kertajati (Majalengka) 4 kilometer. Dari ke-6 seksi itu, yang hampir rampung pengerjaannya berada di seksi 2, Rancakalong hingga Sumedang.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Yusrizal Kurniawan menjelaskan, perkembang­an pembangunan fisik tol seksi 2 hingga kini sudah mencapai 65%. Sementara pembebasan lahannya sudah hampir rampung, mencapai 92%.

PROYEK pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di area Cisumdawu Tunnel Project di kampung Sawah Buah, desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin 18 Maret 2019. Proyek pembuatan jalan tol Cisumdawu terus digenjot sebagai upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya di Jawa Barat.*/ADE MAMAD/PR

Pembebasan lahan yang masih berproses, seperti di Desa ­Ciherang (Kecamatan Sumedang Selatan) dan Desa Mekarjaya (Kecamatan Sumedang Utara). Untuk di Desa Mekarjaya, meski pembayaran ganti rugi makam sudah tuntas, namun pemindahan makamnya belum selesai. Ada 35 makam yang mesti dipindahkan.

”Untuk pembebasan lahan di desa lainnya di Kecamatan Sume­dang Utara, seperti Sirnamulya, Girimukti, dan Mulyasari masih dalam proses pembayaran kompensasi,” katanya kepada Pikiran Rakyat, Senin 18 Maret 2019.

Untuk ruas jalan tol Cisumdawu di seksi 2, sebagian sudah bisa digunakan termasuk dimanfaatkan untuk arus mudik Lebaran tahun ini.

PROYEK pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di area Cisumdawu Tunnel Project di kampung Sawah Buah, desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin 18 Maret 2019. Proyek pembuatan jalan tol Cisumdawu terus digenjot sebagai upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya di Jawa Barat.*/ADE MAMAD/PR

Ruas jalan yang bisa digunakan adalah dari Rancakalong sampai lokasi terowongan di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Sumedang. Targetnya, pembangunan fisik di seksi 2 itu akan rampung akhir tahun ini.

Pengerjaan ruas tol Cisumdawu di seksi 2 lebih diutamakan, karena untuk menyelamatkan Jalan Cadas Pangeran yang bersejarah. Kondisi kerusakannya dianggap sudah mengkhawatirkan akibat dilalui banyak truk besar setiap hari.

Sedangkan perkembangan pembangunan fisik di seksi 1 Cileu­nyi-Rancakalong, kata Yusrizal, baru mencapai 16%, tapi pembebasan lahannya sudah 65%.

Pembebasan lahan untuk tol Cisumdawu sudah termasuk hibah lahan IPDN seluas 60 hektare. Lahan yang belum dibebas­kan, salah satunya berada di Desa Cilayung (Jatinangor), Desa Margaluyu (Tanjungsari), dan Desa Sukarapih (Sukasari).

”Yang menjadi kendala pembangunan tol Cisumdawu adalah masalah pembebasan lahannya. Bahkan, proses pembebasan lahan di Cileunyi, Kabupaten Bandung, harus menunggu keputusan Kasasi Mahkamah Agung karena ada warga pemilik lahan yang mengajukan gugatan. Secara umum, penyelesaian pembangunan fisik di seksi 1 ditargetkan rampung tahun 2020,” tuturnya.

PROYEK pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di area Cisumdawu Tunnel Project di kampung Sawah Buah, desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin 18 Maret 2019. Proyek pembuatan jalan tol Cisumdawu terus digenjot sebagai upaya percepatan pembangunan nasional, khususnya di Jawa Barat.*/ADE MAMAD/PR

Masalah pembebasan tanah itu pula yang disinggung Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Pikiran Rakyat, Minggu 10 Maret 2019.

Ia membenarkan bahwa masalah pembebasan tanah merupakan hal tersulit pada hampir semua pembangunan infrastuktur di tanah air.

Perkembangan di seksi 3 tol Cisumdawu, Sumedang-Cimalaka, pembebasan ­lahannya sudah tuntas seluruhnya dan pembangunan fisiknya ­sudah mencapai 60%. Sementara untuk seksi 4,5, dan 6 dari Cimalaka sampai Dawuan di Majalengka sama sekali belum ada pembebasan lahan.

Penunjang BIJB

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, Pemprov Jabar terus mempercepat pembangunan sarana prasarana, salah satunya jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Menurut dia, tol Cisumdawu ini dapat menjadi pendorong perkembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati ­Majalengka yang mampu menjangkau masyarakat yang berada di wilayah metropolitan Bandung Raya.

Iwa Karniwa mengharapkan, tol Cisumdawu akan rampung pada September 2019 dan dapat digunakan untuk menambah minat masyarakat menggunakan BIJB.

”Kita juga mempercepat penyelesaian berbagai sarana prasarana, termasuk jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan. Diharapkan September 2019 ini bisa selesai. Jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan itu bisa ditempuh selama 45 menit, karena cuma 61 kilometer,” kata Iwa Karniwa.

Terowongan

Disinggung soal pembangunan terowongan, Yusrizal mengatakan, pembangunan dua unit terowongan masing-masing di lajur kiri dan kanan ruas jalan tol, sudah terhubung sejak awal Februari 2019 lalu.

Setelah terhubung, kini tengah dibangun aksesori jalan, pembenahan, dan pengetesan. Seluruh pengerjaan fisik terowong­an akan tuntas pada Mei 2019.

Jalan tol Cisumdawu adalah satu-satunya jalan tol di Indonesia yang memiliki terowongan sepanjang 472 meter masing-masing di dua jalur berlawanan. Biaya pembangunannya cukup mahal sekitar Rp 700 miliar. Lokasinya berada di Desa Cigendel, Kecamatan ­Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

”Kalau sudah selesai, maka beban kendaraan di wilayah Cadas Pangeran bisa beralih. Desainnya juga aman untuk kendaraan ­berat untuk melintas,” tutur Iwa Karniwa.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil menegaskan bahwa Pemprov memperkirakan pembangunan jalan tol Cisumdawu seksi 1 dan 2 baru tuntas seluruhnya pada 2020. (Adang Jukardi, Novianti Nurulliah)***

Bagikan: