Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Pelipatan Surat Suara di Cianjur Ditarget Rampung 25 Maret

Shofira Hanan
PULUHAN tenaga pelipat saat melakukan sortir dan lipat surat suara DPRD Jabar, di Cianjur, Senin 18 Maret 2019. Proses sortir dan lipat ditargetkan selesai pada 25 Maret untuk kemudian segera didistribusikan April mendatang.*/SHOFIRA HANAN/PR
PULUHAN tenaga pelipat saat melakukan sortir dan lipat surat suara DPRD Jabar, di Cianjur, Senin 18 Maret 2019. Proses sortir dan lipat ditargetkan selesai pada 25 Maret untuk kemudian segera didistribusikan April mendatang.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Proses pelipatan surat suara Pilpres dan Pileg di Cianjur ditargetkan selesai pada 25 Maret mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur saat ini juga terus mengamankan surat suara yang rusak dan menunggu instruksi pemusnahan dari pusat.

Hingga saat ini, ratusan tenaga pelipat surat suara mengebut pengerjaan pelipatan sejak dimulai 6 Maret lalu. Tercatat, tersisa dua jenis surat suara yakni untuk pemilihan DPRD Jawa Barat dan DPRD Cianjur yang harus diselesaikan.

“Hari ini baru dimulai sortir dan pelipatan surat suara DPRD Jabar. Kami bagi pelipatnya menjadi 25 kelompok, 1 kelompoknya ada 20 orang, yang mengerjakan 50 dus dengan 500 lembar surat per dusnya,” ujar Sekretaris KPU Cianjur, Endan Hamdani di gudang penyimpanan, Senin 18 Maret 2019.

Waktu pengerjaan dibatasi selama empat hari, agar pelipatan bisa segera beralih ke jenis surat suara lain. Sejauh ini, berdasarkan sortir terakhir, diketahui kerusakan surat Pilpres sebanyak 3.370, surat DPD sebanyak 1.583 lembar, dan DPR RI sebanyak 1.022 lembar.

Menurut Endan, kerusakan surat suara disebabkan oleh adanya robekan, tidak tercetak sempurna, hingga bias warna. Seluruh informasi tersebut akan dijabarkan di dalam berita acara yang dirinci setiap harinya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, surat suara yang rusak itu akan disimpan sambil menunggu instruksi dari KPU pusat terkait penanganannya. Menurut dia, biasanya surat suara yang rusak akan dimusnahkan dengan cara dibakar. “Rata-rata di bakar, sesuai arahan. Tapi kalau tahun ini, arahannya belum jelas. Makanya kami amankan dulu surat yang rusak di gudang KPU,” ucapnya.

Ia memastikan, surat suara yang rusak tidak begitu saja akan digantikan dengan surat cadangan yang telah didistribusikan. Endan menjelaskan, pergantian dapat diusulkan setelah kegiatan sortir dan pelipatan selesai.

Selain kerusakan surat suara, KPU juga mendata kekurangan dan kelebihan. Pada surat suara pilpres kekurangannya mencapai 23.835 lembar, surat suara DPD RI kelebihan sebanyak 5.191 lembar, dan surat suara DPR RI kekurangan sebanyak 4.091 lembar.

Lebih lanjut dikatakan, terkait pengiriman surat suara cadangan, KPU setempat baru mendapat kiriman surat sebanyak dua persen dari jumlah DPT se-kabupaten. Idealnya, sesuai aturan PKPU surat cadangan itu harus dibagikan dengan perhitungan dua persen dari setiap TPS. “Jadi kami memang masih menunggu pendistribusian surat cadangannya,” ujar Endan.

Sementara itu, nantinya pendistribusian ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan dilakukan melalui pos. Kerjasama dengan PT Pos dipilih, untuk meminimalkan risiko dalam penyaluran. Selain itu, armada pengiriman lebih mudah dengan biaya terjangkau. “Pendistribusian rencananya akan dimulai tanggal 9 April mendatang,” ucapnya.***

Bagikan: