Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.4 ° C

Kelebihan Pemilih, 793 TPS di Purwakarta Rawan Masalah

Hilmi Abdul Halim
Perakitan kotak suara di Kabupaten Purwakarta.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
Perakitan kotak suara di Kabupaten Purwakarta.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Ratusan Tempat Pemungutan Suara di Kabupaten Purwakarta rawan bermasalah. Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Purwakarta menilai aspek kerawanan di TPS pada umumnya akibat jumlah pemilih yang terlalu banyak.

"Selain waktu pemungutan suara yang panjang, di sana juga ada potensi kesalahan teknis, human error," kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos, Senin 18 Maret 2019.

Permasalahan tersebut menurutnya rentan terjadi pada TPS yang pemilihnya berjumlah lebih dari 280 orang. Binos menyebutkan ada 793 TPS yang kelebihan jumlah pemilih dari total 2.635 TPS yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta.

Jumlah TPS dengan aspek kerawanan tersebut diakui paling banyak dibandingkan kerawanan dari aspek lainnya. Binos menyebutkan setidaknya ada sembilan aspek kerawanan masalah yang terjadi saat pemungutan suara di tingkat TPS.

Aspek lainnya seperti jumlah pemilih tambahan di atas lima orang per TPS. "Masalahnya, jumlah surat suara cadangan di setiap TPS itu hanya dua persen dari jumlah pemilih tetap. Kalau satu TPS maksimal 300 orang berarti hanya enam surat suara cadangannya," ujar Binos.

Binos mengkhawatirkan ada pemilih tambahan yang tidak bisa menggunakan haknya karena kekurangan surat suara di TPS tersebut. Menurut pantauan Bawaslu masalah tersebut rentan terjadi di 59 TPS yang ada di 11 kecamatan.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purwakarta mengklaim telah mengantisipasi kerentanan tersebut melalui program sosialisasi. "Untuk mengantisipasi waktu yang melebihi jadwal itu, pemilih harus sudah tahu siapa yang mau dipilihnya," kata Komisioner KPU Purwakarta Divisi Teknis, Dian Hadiana.

Menurut perhitungan Dian, waktu yang dibutuhkan pemilih untuk mencoblos surat suara di bilik suara minimal 3-4 menit dan maksimal 7-10 menit. Pihak KPU diakui telah mengantisipasinya juga dengan menyediakan empat bilik suara di satu TPS.

"Paling lambat proses pemungutan suara itu sampai delapan jam," kata Dian meyakinkan tahap tersebut berakhir paling lambat hingga pukul 13.00. Namun bila pemungutan suara dimulai pukul 8.00 maka seharusnya baru selesai pada pukul 16.00.***

Bagikan: