Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 23.8 ° C

Rest Area Unik Ini Dibangun dari Rereongan Pegawai Terminal

Ahmad Rayadie
SUASANA di rest area bergaya gazebo sunda di Terminal A KH Sanusi Kota Sukabumi, Minggu, 17 Maret 2019. Rst area ini dibangun dari iuran pegawai terminal dan dibuat untuk memberikan kenyamanan saat calon penumpang menunggu bus.*/AHMAD RAYADIE/PR
SUASANA di rest area bergaya gazebo sunda di Terminal A KH Sanusi Kota Sukabumi, Minggu, 17 Maret 2019. Rst area ini dibangun dari iuran pegawai terminal dan dibuat untuk memberikan kenyamanan saat calon penumpang menunggu bus.*/AHMAD RAYADIE/PR

TERMINAL Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi terus melakukan inovasi. Kali ini, terminal baru yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Sudajaya, Kecamatan Baros itu menyediakan rest area (tempat beristirahat) yang tidak biasanya.

Dibangun selama tiga bulan, rest area itu merupakan hasil iuran para pegawai terminal. Mereka "rereorangan" mengumpulkan uang untuk mewujudkannya.

Hasilnya, tidak sia-sia. Rest area dari kreasi mereka cukup nyaman sehingga membuat betah calon penumpang. Kebanyakan adalah calon penumpang yang tengah menunggu bus.

Rest area ini dibuat bergaya gazebo yang bernuansa kebudayaan lokal kesundaan. Tidak hanya disukai calon penumpang juga dijadikan tempat singgah sejumlah penumpang yang baru turun bus sebelum melanjutkan perjalanan.

Tempat istirahat yang dinamai Balai Haur Koneng itu dibuat dari material serba bambu kuning. Terdapat sebuah gazebo besar yang tampak seperti tempat pertemuan. Dikelilingi beberapa gazebo kecil yang dilengkapi beberapa tempat tidur gantung (hammock).

Di sekitar rest area ditanami pohon, dan juga terdapat patung harimau putih. Ini yang kental dengan budaya Pajajaran. 

"Memang ada nuansa berbeda dari kehadiran gazebo disini. Suasana terminal sebelumnya sangat gersang, kini sejuk dengan kehadiran tempat ini. Apalagi membawa suasana kesundaan," kata salah seorang calon penumpang, Imas Mayasari.

Imas mengaku cukup dimanjakan lewat rest area ini. "Kami bisa berlama-lama disini, sebelum melanjutkan perjalanan," katanya.

Kepala Satuan Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi, Yukky Rakhmat Yunus mengatakan pembuatan rest area tersebut untuk melestarikan budaya lokal. Sehingga budaya lokal tidak hilang dari ingatan masyarakat. 

Dia mengatakan rest area seluas 2,5 hektare itu dilengkapi berbagai fasilitas yang bisa digunakan masyarakat. Mulai dari tempat mengisi baterai, wifi gratis, dan terdapat beberapa binatang yang bisa dilihat.

"Bahkan kami, melengkapinya dengan kebun binatang mini. Ada ular, iguana, burung hantu, dan berbagai jenis burung lainnya. Kami berharap keberadaan kebun binatang mini itu bisa menjadi wahana pendidikan," kata Yukky.***.

Bagikan: