Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Pelabuhan Merak Waspada Cuaca Buruk

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI cuaca buruk.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI cuaca buruk.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

CILEGON, (PR).- PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk. Sejumlah persiapan telah dilakukan, mulai dari meningkatkan koordinasi dengan sejumlah instansi hingga pada skenario operasional pelabuhan ketika cuaca buruk terjadi.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Fahmi Alweni mengatakan, cuaca ekstrem kerap terjadi di musim penghujan ini. Untungnya, perubahan cuaca belum berdampak pada kelancaran penyeberangan Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

“Sampai sekarang kondisi normal, kapal-kapal melakukan penyeberangan sesuai rencana. Setiap dermaga rata-rata lima kapal. Belum ada kapal yang gagal sandar atau operasional,” katanya kepada Sigit Angki Nugraha dari Kabar Banten, saat dihubungi melalui telepon genggam, Minggu 17 Maret 2019.

Menurut Fahmi, pihaknya telah memiliki banyak pengalaman terkait cuaca buruk. Berbekal pengalaman itu, sejumlah persiapan telah dilakukan. “Tentunya kami akan meningkatkan koordinasi dengan unsur-unsur terkait, seperti BMKG Serang, Basarnas, Polair, Syahbandar, dan lain-lain,” ujarnya.

BMKG Serang, kata Fahmi, memberikan peringatan kepada Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, jika cuaca buruk diprediksi terjadi di Perairan Selat Sunda. Ketika peringatan itu masuk, KSOP akan memberikan peringaatan kepada PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak dan pihaknya akan melakukan pengurangan jumlah kapal yang beroperasi.

“Ketika informasi akan adanya cuaca buruk, kami akan mengurangi jumlah kapal. Dengan begitu, potensi kecelakaan lalu bisa dikurangi,” tuturnya.

Masyarakat harus tetap waspada

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Mulyono Rahadi Prabowo melalui siaran pers, meminta masyarakat waspada terhadap peningkatan curah hujan. Dalam beberapa hari ke depan konsentrasi curah hujan meluas.

“Kondisi ini dapat mengakibatkan terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” katanya.

Mulyono mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap sejumlah potensi bencana. Khususnya para nelayan untuk tidak melaut saat cuaca buruk berlangsung.

“Di Selat Sunda, khususnya bagian selatan, berpotensi gelombang laut mulai 2,5 meter hingga 4 meter. Untuk itu bagi masyarakat kami imbau untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas,” ujarnya.***

Bagikan: