Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Cerah berawan, 26.9 ° C

Kali Bekasi Banyak Kedatangan Sampah Pohon, Warga Bantaran Berisiko Terkena Banjir

Riesty Yusnilaningsih
WARGA bersama Komunitas Peduli Sungai Cikeas-Cileungsi dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi pada Minggu, 17 Maret 2019, memelihara kondisi aliran Kali Bekasi. Di hulu Kali Bekasi sering terjadi penumpukan sampah pepohonan. Jika dibiarkan, permukiman di bantaran sungai bisa menjadi korban banjir bandang.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
WARGA bersama Komunitas Peduli Sungai Cikeas-Cileungsi dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi pada Minggu, 17 Maret 2019, memelihara kondisi aliran Kali Bekasi. Di hulu Kali Bekasi sering terjadi penumpukan sampah pepohonan. Jika dibiarkan, permukiman di bantaran sungai bisa menjadi korban banjir bandang.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

INTENSITAS hujan yang mengguyur Kota Bekasi belakangan memang sedikit menurun. Namun bagi warga bantaran, tak berarti kewaspadaan akan ancaman banjir pun ikut menurun juga.

Seperti yang dilakukan warga bersama Komunitas Peduli Sungai Cikeas-Cileungsi. Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, secara rutin kondisi aliran Kali Bekasi terus dipelihara.

"Di hulu Kali Bekasi yang merupakan muara dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi sering terjadi penumpukan sampah pepohonan. Jika dibiarkan, permukiman di bantaran Kali Bekasi bisa menjadi korban banjir bandang," ucap Ketua KP2C Puarman ketika ditemui Minggu, 17 Maret 2019.

Seperti yang terjadi pada Jumat, 15 Maret 2019, sebuah pohon di kawasan Perumahan Puri Nusaphala Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi tumbang hingga posisinya melintang di badan Kali Cikeas. Kondisi tersebut segera ditindaklanjuti warga sekitar bersama KP2C dan Dinas LH Kota Bekasi. Tim gabungan mengevakuasi pohon yang tumbang dengan cara memotong batangnya.

"Jika dibiarkan, tidak cuma Puri Nusaphala yang terancam banjir, tapi juga Villa Nusa Indah 3 dan Villa Mahkota Pesona, Kabupaten Bogor bisa sama-sama terkena dampaknya," katanya.

Ini bukan kali pertama, sampah pepohonan memenuhi badan sungai. Sebelumnya, sudah beberapa kali, aliran Kali Cikeas dicemari sampah batang-batang bambu yang hanyut hingga menyumbat Bendung Koja. "Sampah bambu ini sudah berkali-kali terjadi. Akhirnya kami turun menyisir aliran kali untuk mencari tahu sumbernya," katanya.

Nyatanya tim mendapati bambu mendominasi pepohonan yang paling banyak tumbuh di sepanjang bantaran Kali Cikeas. Banyak temuan pohon bambu yang hampir rubuh, bahkan rubuh hingga menutupi badan kali. "Banyak masyarakat dan pelaku usaha memangkas pohon bambu dan membiarkannya begitu saja. Ketika tinggi muka air naik, bekas potongan bambu tersebut terbawa aliran kali hingga hanyut di Bendung Koja," katanya.

Tiap kali Bendung Koja tersumbat, pembersihan pun dilakukan. Namun kejadian sama kembali terulang. "Untuk penanganan sampah bambu ini, semestinya ada campur tangan tiga kepala daerah, yakni Wali Kota Bekasi, Bupati Bogor, dan Wali Kota Depok. Jangan sampai begitu bencana telah terjadi, baru melalukan penanganan," katanya.***

Bagikan: