Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 26.8 ° C

Simulasi Pemilu, Ajang Evaluasi dan Pencarian Solusi

Ani Nunung Aryani
ILUSTRASI.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

CIREBON, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Corebon menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilu serentak tahun 2019, Sabtu 16 Maret 2019. 

Simulasi yang digelar di lapangan sepak bola Kelurahan Drajat Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, dilakukan sebagai upaya mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi saat pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, Pemilu Serentak perdana April 2019 mendatang.

Menurut Ketua KPU Kota Cirebon, Didi Nursidi, simulasi dilakukan untuk mengukur persiapan menghadapi Pemilu Serentak 2019 mendatang, sesuai tahapan yang harus dilakukan. 

Simulasi, katanya, digelar sesuai pelaksanaan yang dihadapi oleh petugas secara nyata. “Simulasi dimulak sejak tahapan awal seperti perencanaan pembuatan tempat pemungutan suara, proses pencoblosan dan penghitungan. Makanya simulasi diikuti oleh 6.385 KPPS di seluruh kota Cirebon,” ujar Didi.

Sementara itu Sekda Kota Cirebon, Asep Dedi mengapresiasi pelaksanaan simulasi. Menurutnya, pemerintah Kota Cirebon mendorong pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 berjalan damai dan aman. 

Ditambahkan Dedi, pelaksanaan simulasi sangat penting untuk mengetahui berbagai persoalan yang akan dihadapi selama melakukan tahapan Pemilu nanti. Simulasi terutama sangat penting bagi petugas untuk mengetahui solusi dalam menghadapi persoalan nantinya,  karena simulasi menggambarkan keadaan sesungguhnya.

“Melalui simulasi inilah nantinya tahapan yang benar akan terwujud. Ini menjadi ajang evaluasi dan pencarian solusi sebelum pelaksanaan,” katanya.

Diakui sekda, pelaksanaan Pemilu 2019 sangat rentan, karena menggabungkan pemilihan presiden dan wakil presiden serta legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Pemilu kali ini berbeda karena akan menggabungkan Pilpres dan Pileg secara bersamaan. Masyarakat nanti akan menggunakan hak pilih dengan lima varian surat suara. Tentu harus dilakukan secara hati-hati,” ungkap Dedi.

Asep Dedi berharap warga turut berpartisipasi dalam Pemilu Serentak nanti. “Target angka partisipasi Pemilu Serentak 2019 meningkat menjadi 75 persen dari pemilu sebelumnya hanya 71,9 persen. Semoga target ini akan terwujud,” tandasnya.***

Bagikan: