Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 23.8 ° C

Sebelum Jatuh, Helikopter Sempat Berputar-putar Sekira Lima Menit

Bambang Arifianto
PETUGAS penyelamat mengamati helikopter yang terjatuh di kawasan perbukitan Situ Hyang, Desa Sirnaputra, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 16 Maret 2019. Helikopter itu terjatuh saat melakukan perjalanan menuju Garut.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
PETUGAS penyelamat mengamati helikopter yang terjatuh di kawasan perbukitan Situ Hyang, Desa Sirnaputra, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 16 Maret 2019. Helikopter itu terjatuh saat melakukan perjalanan menuju Garut.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Sebuah helikopter jenis PK-EAH jatuh di kawasan perbukitan Situ Hyang, Desa Sirnaputra, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 16 Maret 2019. Empat orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Wakil Kepala Polres Tasikmalaya Rikky Aries Setiawan mengatakan, helikopter sempat berputar-putar selama lima menit di kawasan perbukitan itu. Hal tersebut diketahui dari keterangan warga. "Kemudian terdengar (bunyi) jatuh," ujarnya.

Identitas dua korban terluka telah diketahui, masing-masing dengan inisial F selaku pilot dan T, penumpang perempuan. Sedangkan dari informasi yang dihimpun Pikiran Rakyat, nama-nama korban adalah Agung Raharja, Tuti Budiawati, Fuad Humran, dan R Johny Fajar Sofyan.

Terkait penyebab jatuhnya helikopter, Rikky menyebut masih menunggu penyelidikan KNKT. Rencananya, empat korban yang terluka itu juga bakal dirujuk ke rumah sakit lain guna mendapat kepastian kondisi kesehatannya.‎ Aparat kepolisian dan TNI akan menjaga tempat kejadian sebelum evakuasi helikopter dilakukan.

Danramil 1212 Leuwisari Kapten Rohadi. Rohadi menuturkan, identitas korban masih didata petugas. Korban dibawa ke Rumah Sakit Singaparna Medica Citrautama (SMC). Kendati lokasi jatuh pesawat berada di tebing, proses evakuasi korban tak mengalami kendala karena bantuan masyarakat. Tim penyelamat dari Relawan BPD, Kodim Tasikmalaya, Polres Tasikmalay, Tagana berdatangan ke tempat kejadian. Mereka pun mensterilkkan lokasi dengan memasang garis polisi.

Masyarakat juga diimbau tak mendekati tempat kejadian lantaran helikopter masih mengeluarkan bahan bakarnya. Pantauan Pikiran Rakyat, lokasi peristiwa ramai dikunjungi masyarakat. Mereka berdatangan ingin menyaksikan helikopter yang jatuh tersebut. Akibatnya, jalanan desa menuju lokasi dipenuhi kendaraan warga yang berdatangan. Bahkan, area pesawahan dan tepi sungai di dekat Situ Hyang juga dipenuhi warga. Beberapa dari mereka nekat naik ke bukit agar bisa menyaksikan helikopter dari dekat. 

Petugas kepolisian dan TNI pun menghalau warga dan meminta mereka turun serta tak menerobos garis polisi. Hingga menjelang malam, bau avtur atau bahan bakar helikopter masih tercium hingga ke kaki bukit. Warga dan sejumlah tim penyelamat juga berangsur-angsur turun meninggalkan lokasi.***

Bagikan: