Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 19.1 ° C

Masih Ada Kaset Pita Seharga 100.000, Lagunya Apa?

Windiyati Retno Sumardiyani
PEDAGANG kaset pita punya pangsa pasar tersendiri, terutama yang menyukai lagu-lagu lama.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
PEDAGANG kaset pita punya pangsa pasar tersendiri, terutama yang menyukai lagu-lagu lama.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

DERETAN kaset pita  berderet rapi di lapak mini tak jauh dari  Plaza Balai Kota, Jalan  Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jumat 15 Maret 2019.  Di lapak tersebut, seorang pria berbaju merah  mengambil salah satu kaset pita berbungkus usang milik penyanyi kawakan, Arie Koesminan.

Sambil mencermati bungkus kaset itu,  sang pria berbaju merah tersebut kemudian meminta  pedagang untuk menjajal  kualitas kaset tersebut.  Pedagang kaset tersebut pun segera mengeluarkan Walkman dan meminta si pembeli untuk mendengarkan lagu milik Arie Koesminan dari  headset  yang tersambung dari alat pendengar kaset pita itu.

Kaset pita milik Arie Koesminan, menjadi satu dari ratusan kaset yang dijual oleh Bobi Irawan (50), warga KelurahanTanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Bobi mungkin menjadi satu dari segelintir pedagang yang konsisten menjual kaset pita di tengah gencarnya serbuan musik di era youtube dan MP3. Selama lima tahun belakangan, kolektor kaset  pita ini menghabiskan waktu senggangnya dengan berjualan kaset pita di emperan jalan.

Kaset pita sepintas memang seperti barang langka di era digitalisasi seperti saat ini. Namun, Bobi meyakini masih banyak masyarakat yang menggandrungi  lantunan musik  melalui kaset analog itu.

“Setiap hari ada lima sampai 10 orang yang beli di lapak ini. Itu membuktikan masih banyak orang yang setia dengan kaset pita. Kalau youtubei kan seperti enggak ada harganya, kalau kaset pita ada bukti fisiknya, jadi bisa buat koleksi juga,”  tutur Bobi Irawan.

Berbagai genre

Dari kurang lebih 3.000 koleksi kaset analog yang ia miliki, Bobi hanya menjajakan  200 kaset  dengan berbagai macam genre mulai dari rock, pop, r n b dari barat dan dalam negeri.  Kaset tersebut ia dapatkan dari hasil perburuannya di berbagai kota di pasar barang bekas, Pulau Jawa.

“Semua genre musik ada,  biasanya yang suka dicari musik-musik barat seperti Frank Sinatra,  The Beatles, ada juga kaset-kaset  musik dalam negeri, seperti Vina Panduwinata, Broery Marantika. Rata-rata  produks 1990 sampai 2000-an. Kalau 2000 ke atas sudah pakai CD, ” kata Bobi.

Harga kaset pita yang dijual Bobi  terbilang cukup murah.  Biasanya, ia menjual kaset dengan harga Rp 15 ribu.  Jika kasetnya langka,  Bobi bisa menjual kaset tersebut dengan harga Rp 100 ribu lebih.

Selama menjalani bisnis jual beli kaset analog, Bobi mengaku banyak menemui  pembeli dari berbagai lapisan masyarakat.  Ada yang masyarakat biasa, ada juga  artis yang kerap wara wiri di televisi. Beberapa dari mereka bahkan ada yang membeli kaset secara borongan.

“Tetapi rata-rata memang menengah ke bawah,  ada juga yang sudah langganan dan minta dicarikan kaset. Kalau sudah begitu, saya  biasanya nyari sambil jalan-jalan ke luar kota,” ucap Bobi.

Mengenai teknik perawatan kaset analag sendiri, Bobi menyebutkan bukan perkara sulit  bagi penggemar kaset pita untuk mempertahankan kualitas suara.  Menurut Bobi, para penggemar kaset pita hanya perlu sering memutar kaset analog dan membersihkan kaset tersebut. Dengan demikian, kaset tetap bisa diputar kapan saja pembeli inginkan.

“Sebagai penikmat dan pengoleksi kaset pita, saya selalu berpesan kepada pembeli  saya juga  untuk dapat menjaga kaset pita ini. Suatu saat kaset pita itu tentu akan semakin langka, jadi saya harap si pembeli bisa melestarikannya dan menjaganya,” ujar Bobi.(Windiyati Retno Sumardiyani/PR)***
 

Bagikan: