Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 22 ° C

Kutuk Penembakan di Selandia Baru, MUI Minta Masyarakat Tetap Tenang

Mochammad Iqbal Maulud
Petugas mengevakuasi korban luka akibat aksi penembakan di masjid Al-Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019 waktu setempat.*/REUTERS
Petugas mengevakuasi korban luka akibat aksi penembakan di masjid Al-Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019 waktu setempat.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Majelis Ulama Indonesia dan Forum Kerukunan Umat Beragama bersama Polda Jabar, mengutuk keras aksi biadab ekstrimis kanan di Christchurch, Selandia Baru yang terjadi pada Jumat 15 Maret 2019.

Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei menyatakan, MUI Jabar sangat mengutuk kejadian tersebut. Meski demikian MUI mengimbau agar masyarakat mempercayakan proses hukumnya kepada pihak yang berwenang. Karena dipastikan pihak Selandia Baru akan bertindak secara profesional.

"Warga Jabar pun diimbau untuk menyaring informasi yang beredar karena dimungkinkan nanti akan ada informasi yang menyesatkan. Jadi masyarakat Jabar saya minta agar bersikap tenang, seperti kita ketahui Jawa Barat selama ini dalam keadaan kondusif," ucapnya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Tepatnya pada Sabtu 16 Maret 2019.

Disinggung mengenai apakah akan dibuat fatwa haram mengenai pelarangan game Player Unknown Battleground (PUBG),‎ karena diduga pelaku terinspirasi dari game ini, Rahmat belum bisa mengeluarkan pernyataan resmi. 

"Ini harus dimusyawarahkan dulu, meski jika game tersebut ternyata menginspirasi maka game tersebut bisa dinyatakan haram. Hanya saja untuk memberikan fatwa tidak bisa sembarang begitu saja, harus dengan musyawarah dengan berbagai pihak," ucapnya.

Ketua FKUB Jabar, Rafani Ahyar juga menyampaikan hal yang senada. Menurutnya tindakan pembantaian pada umat Muslim di Selandia Baru ini amatlah brutal. Bahkan jauh dari perikemanusiaan.

"Kami juga turut menyatakan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Sementara proses hukum mari kita serahkan kepada pemerintahan Selandia Baru, jadi atas nama majelis-majelis semua agama yang ada di Jabar, kami mengutuk keras tindakan tersebut. Diharapkan hal serupa jangan sampai terjadi di Jabar," ucapnya.

FKUB juga mengimbau kepada masyarakat sesuai dengan imbauan pemerintah. Yaitu tidak diperkenankan menyebarkan foto atau video kejadian menyakitkan tersebut‎. Jika ada yang masih menyebarkan maka FKUB meminta masyarakat untuk melaporkannya.

Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto pun mengaku telah bekerjasama dengan Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal Tri Soewandono. Kerjasama ini adalah kerjasama dalam bidang pengamanan tempat ibadah di Jabar.

"Kami dari Polri dan nantinya dibantu oleh TNI akan mengamankan semua tempat ibadah. Tak terkecuali agama apa pun akan dijaga dengan seksama, sehingga hal serupa bisa dihindari. Walaupun Jawa Barat dikenal kondusif," ucapnya.

Agung juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing isu-isu hoaks yang beredar. Karenanya Agung berjanji akan melaksanakan pengamanan secara terpadu khususnya di tempat-tempat ibadah tadi. "Jangan sampai isu ini memancing tak diindahkannya kerukunan beragama," katanya.

Oleh karenanya Agung pun telah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk melakukan pengamanan. Diharapkan dengan pengamanan ini tidak akan ada tindakan anarkis yang dilandasi dendam oleh peristiwa berdarah di Selandia Baru tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan masyarakat diminta tetap tenang. Bahkan masyarakat khususnya warga Muslim untuk melaksanakan salat gaib di masjidnya masing-masing.

"Insya Allah para korban ini meninggal dunia dalam keadaan syahid. Kita doakan juga para keluarga yang ditinggalkan agar bisa tabah dalam menghadapi ujian tersebut," ucapnya.‎***

Bagikan: