Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Dua Desa di Kuningan Terancam Terisolasi karena Jalan Longsor

Nuryaman
SEPARUH jalan di ujung jembatan Sungai Cijangkelok mulai miring terancam putus tergerus arus singai tersebut, Sabtu 16 Maret 2019.*/NURYAMAN/PR
SEPARUH jalan di ujung jembatan Sungai Cijangkelok mulai miring terancam putus tergerus arus singai tersebut, Sabtu 16 Maret 2019.*/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Separuh badan jalan yang tersisa dari gerusan arus sungai di ujung jembatan Sungai Cijangkelok, Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, mulai miring dan terancam putus, Sabtu 16 Maret 2019. Pasalnya, badan jalan yang beberapa hari lalu sudah longsor tersebut terus terkena gerusan-gerusan susulan arus sungai. Sementara bahu dan tepi badan jalan yang kadung longsor di titik tersebut, baru sebatas dihalangi dengan terpal plastik.

Sebagiamana diberitakan, longsor yang menyeret bahu dan tepian badan jalan di ujung jembatan itu terjadi pada Senin, 4 Maret 2019 dini hari. Insiden terjadi saat anak Sungai Cisangarung meluap. Jembatan itu merupakan penghubung ruas jalan kabupaten satu-satunya menuju Desa Dukuhbadag dan Desa Bantarpanjang. Oleh karena itu jika jalan itu sampai terputus total, dua desa di ujung timur wilayah Kabupaten Kuningan ini akan terisolasi total dari transportasi kendaraan.

Warga Desa Dukuhbadag, Supriadi (45) kepada Pikiran Rakyat menyebutkan, sementara ini luas area bidang longsornya belum berkembang. Namun, sejak beberapa hari terakhir menurut mereka permukaan jalan di titik tersebut mulai miring dan amblas ke arah titik longsor. “Luas bidang longsornya sih sepertinya sampai saat ini masih tetap, tetapi permukaan jalan di atasnya semakin miring,” kata Supriadi.

Perubahan kondisi permukaan jalan di titik tersebut diduga terjadi karena tanah pondasi jalan di area titik longsor ujung jembatan itu mulai melembek karena banyak meresap air hujan dan air luapan sungai tersebut. Menurut warga setempat, selama musim hujan volume arus sungai itu sering meluap.

Diminta tanggapan mengenai masalah jalan tersebut, Kepala Bidang Bina Marta di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kuningan, Apep Kusmara menyebutkan tebing longsor mengancam memutus jalan tersebut berada pada bagian abutment atau kepala jembatan. Ia menyatakan, untuk mencegah putusnya jalan tersebut, bagian abutment yang longsor tergerus arus sungai itu akan segera ditangani Dinas PUPR Kuningan.

“Penanganannya sekarang-sekarang ini juga segera kami lakukan, supaya jalan itu jangan sampai terputus total. Tetapi jembatannya tidak, karena konstruksi bangunan jembatannya masih kokoh dan aman,” kata Apep Kusmara, kepada Pikiran Rakyat, Sabtu 16 Maret 2019 sore.

Bentuk penangannya menurut Apep direcanakan berupa pembuatan kembali bangunan permanen penahan tebing serta perbaikan jalan pada bagian abutment jembatan tersebut.***

Bagikan: