Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian cerah, 19.4 ° C

Normalisasi Sungai Cikidang tidak Akan Rugikan Masyarakat 

Tim Pikiran Rakyat
BUPATI Pangandaran, H Jeje Wiradinata bersama Wakil Bupati H Adang Hadari yang didampingi Asisten I H Tatang Mulyana, Sekmat Pangandaran H Bangi serta Kepala Desa Pananjung Dedi Hermawan saat meninjau lokasi sungai Cikidang, Kamis, 14 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
BUPATI Pangandaran, H Jeje Wiradinata bersama Wakil Bupati H Adang Hadari yang didampingi Asisten I H Tatang Mulyana, Sekmat Pangandaran H Bangi serta Kepala Desa Pananjung Dedi Hermawan saat meninjau lokasi sungai Cikidang, Kamis, 14 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat terus melakukan pengkajian terhadap rencana untuk normalisasi sungai Cikidang dalam penanganan bencana banjir di Pangandaran. Pasalnya di sepanjang sungai Cikidang yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu terdapat bangunan dan lahan milik warga yang bakal terdampak dari pekerjaan normalisasi tersebut, maka akan dibentuk tim untuk melakukan kajian terlebih dahulu.

Seperti yang disampaikan oleh beberapa warga dari empat desa yakni, Desa Wonoharjo, Sidomulyo, Pananjung dan Babakan saat melakukan konsultasi publik di aula Desa Pananjung yang dihadiri langsung oleh Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata bersama Wakil Bupati H Adang Hadari serta Koordinator Sub Unit Pelayanan (KSUP) Wilayah Sungai Cimedang Ciputrapinggan Dinas SDA Provinsi Oom Abdurahman, Sekmat Pangandaran H Bangi serta 4 Kepala Desa terkait.

Dalam konsultasi publik tersebut, warga meminta ada penggantian lahan miliknya yang terdampak dari pekerjaan normalisasi sungai Cikidang. Bahkan ada warga yang menyampaikan bahwa salahsatu faktor penyebab banjir di Pangandaran juga adanya penggundulan hutan sehingga meminta untuk dilakukan reboisasi di lokasi hutan yang gundul.

Bupati Pangandaran mengatakan, kalau mengacu pada rencana awal dimana normalisasi sungai dilakukan pelebaran 25 meter akan ada 24 bangunan rumah warga yang terdampak, namun apabila pelebaran nya dilakukan hnaya 12 meter saja paling hanya sekitar 6 rumah saja yang akan terdampak.

"Kita kan akan bangun 50 unit di rumah nelayan, kalau hanya ada 5 sampai 10 rumah kita bisa dipindahkan ke rumah nelayan untuk pengganti bangunan rumah yang terdampak dan juga ada yang melalui program rutilahu sekitar 13 rumah, tergantung golongan rumahnya permanen atau rumah biasa, inyinya kita tidak akan merugikan masyarakat dalam normalisasi ini," ujar Jeje kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi, Kamis 14 Maret 2019.

Komunikasi dua arah

Pada prinsipnya, menurut Jeje, harus ada komunikasi dua arah dalam pelaksanaan normalisasi sungai Cikidang ini antara pemerintah dengab masyarakat melalui konsultasi publik.

"Jadi segala persoalan kita bahas bersama. Itu kan untuk kepentingan bersama dalam menangani banjir. Asal jangan aji mumpung harga tanahnya tiba-tiba dimahalin," ucapnya.

Menurut Jeje, banjir di Pangandaran itu terjadi dari dua faktor, yakni adanya penyempitan dan pendangkalan mulai dari hulu hingga ke hilir sungai sampai ke muara.

"Saya sarankan kita jaga kelestarian sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan dan jangan membangun rumah di sempadan sungai," harap Jeje, seraya dirinya menambahkan, apabila permasalahan masih ada maka normalisasi tidak akan dimulai.

Sementara untuk normalisasi muara menurut Jeje akan dilakukan pada tahap berikutnya. Pasalnya  harus dibangun break water terlebih dahulu agar pasir laut yang terbawa gelombang tidak masuk ke muara sehingga terjadi pendangkalan.

"Untuk lelang perencanaannya (DED) break water dilakukan tahun ini dan pembangunan break water bisa dibangun tahun 2020 mendatang," katanya.

Koordinator Sub Unit Pelayanan (KSUP) Wilayah Sungai Cimedang Ciputrapinggan Dinas SDA Provinsi Oom Abdurahman mengatakan, untuk penanganan permasalahan ini, akan dibentuk tim apakah dari rencana awal hingga rencana rill peninjauan di lapangan masih ada lahan milik warga yang terdampak atau tidaknya.

"Kalau melihat kondisi sekarang dari 31.000 meter persegi tinggal 4.000 meter persegi lahan saja yang terdampak dengan tidak mengganggu penampang basah sungai," ucapnya.

Oom juga mengatakan, rencana normalisasi sungai Cikidang mulai dari hulu hingga hilir sepanjang 4,6 kilometer, sedangkan untuk lebar dasar singai bawahnya, untuk di hulu 4 metet, di tengah 5 meter dan di hilir 10 meter.***

Bagikan: