Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Jadi ASN dan Caleg, Banyak Pendamping PKH Mundur

Nurhandoko
Keluarga muda.*/DOK. PR
Keluarga muda.*/DOK. PR

CIAMIS,(PR).- Pengunduran diri tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga terjadi Kab. Ciamis. Kebanyakan, pengunduran diri
dilakukan karena yang bersangkutan lolos menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan calon anggota legislatif.

Berkurangnya jumlah tenaga pendamping mengakibatkan pelayanan terhadap penerima manfaat PKH relatif berkurang. Penyebabnya, waktu tunggu pelayanan menjadi lebih lama, karena penerima PKH yang harus dilayani oleh setiap tenaga pendamping bertambah banyak.  

“Yang mengundurkan diri cukup banyak. Tentunya ada dampaknya, paling tidak durasi waktu tunggu pertemuan menjadi lebih lama, karena jumlah yang dilayani juga bertambah,” tutur Koordinator PKH Kabupaten Ciamis Indra Maulana, Kamis, 14 Maret 2019. 

Dia mengungkapkan, sudah mengajukan tambahan sebanyak 23 tanaga pendamping untuk menggantikan tenaga yang mundur. Hanya saja, kebutuhan tersebut tidak dipenuhi. 

Tahun 2019, Kab. Ciamis hanya mendapatkan jatah 15 pendamping PKH baru. Adapun jumlah tenaga pendamping saat ini di Kab. Ciamis sebanyak 159 orang, dan harus melayani 49.089 keluarga penerima manfaat PKH. 

“Kekurangan tenaga pendamping memaksa setiap pendamping PKH memperbanyak keluarga yang didampingi. Apabila setiap orang sebelumnya hanya menangani sekitar 300 KK, maka saat ini banyak yang menangani hingga 500 KK,” katanya.

Indra menambahkan, keberadaan pendamping PKH masih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya peserta PKH. Saat ini, banyak peserta
yang tidak mengertai proses pencairan, termasuk pemanfaatan bantuan dari pemerintah.

“Kami selalu memberikan pendampingan, mulai dari penyaluran bantuan Kartu Keluarga Sejahtera, rekening yang masih nol, termasuk memberikan
konsultasi. Bahkan juga memberikan advokasi,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pendamping juga melakukan verifikasi kemandirian keluarga penerima manfaat, mulai dari memfasilatasi  kesehatan dan pendidikan, serta memacu pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan kelompok usaha bersama.

“Melalui pertemuan penguatan kemampuan keluarga, sekaligus menularkan kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga. Kelompok usaha ini tentunya
sesuai dengan kondisi lingkungan. Hingga Februari ini sudah 36 peserta mundur karena sudah mandiri,” kata Indra.

Dia juga mengungkapkan, terobosan PKH Ciamis dilakukan melalui Gerakan Kembali Sekolah Kembali Belajar (GKSKB). Kegiatan diikuti kalangan ibu
rumah tangga KPM PKH Kabupaten Ciamis. Kegiatan tersebut merupakan upaya membantu menuntaskan wajib belajar 9 dan 12 tahun, melalui
paket B dan C.

“Kami dorong ibu-ibu semangat belajar melalui Paket B dan C. Spirit orang tua juga diharapkan menular anak-anaknya agar semangat bersekolah
dan menuntut ilmu.” tuturnya.***

Bagikan: