Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 21.2 ° C

RSUD Kota Banjar tak Takut Kehilangan Pendapatan Parkir

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi rambu parkir.*/DOK. PR
FOTO ilustrasi rambu parkir.*/DOK. PR

BANJAR, (PR).- Perihal lahan parkir yang menjadi polemik di Kota Banjar, Wakil Direktur RSUD Kota Banjar, Redi, mengatakan, pihak rumah sakit tidak keberatan pengelolaan parkir diambil alih Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar. Pihaknya tidak merasa kehilangan dengan besaran uang pendapatan parkir Rp 67 juta pertahun yang masuk ke kas rumah sakit tersebut. 

Artinya, ketika pengelolaan parkir RSUD diserahkan ke Dishub, maka pendapatan parkir akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Banjar dan masuk ke kas daerah. 

"Perbedaannya ketika dikelola oleh pihak ketiga, nilai kontrak kerja sama sebesar Rp 67 juta pertahun itu masuk ke kas rumah sakit. Sementara yang diterima oleh Kota Banjar hanya pajak dari pendapatan parkir yang disetorkan pihak ketiga atau perusahaan pengelola parkir. Kami tidak keberatan jika nanti pengelolaannya harus diserahkan ke Dishub, atas kebijakan Wali Kota dan dengan dasar hukum yang jelas," ucap Redi di ruang kerjanya, Rabu, 13 Maret 2019. 

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Solidaritas Masyarakat untuk Kedaulatan Rakyat (SMKR) Kota Banjar, Teteng Kusjiadi BA,SH, menjelaskan sebaiknya parkir RSUD Kota Banjar dikelola Dinas Perhubungan. Pasalnya, potensi retribusi dari parkir itu besar. Sementara dengan sistem pihak ketiga saat ini, pemerintah daerah hanya mendapat setoran pajak sekian persen saja dari pendapatan parkir RSUD. 

Di samping itu, perusahaan yang mengelola parkir saat ini tak mampu menggaji seluruh pegawainya setara dengan UMK.

 "Kelola saja oleh Dishub, supaya rapi administrasi dan bisa menambah PAD Kota Banjar," katanya kepada wartawan Kabar Priangan Agus Berrie. 

Tokoh pemuda Kota Banjar, Irwan Gunawan, mengatakan pengelolaan parkir kembalikan ke masyarakat lingkungan sekitar dengan memberdayakan lembaga karang taruna.  "Perusahaan itu sebelum kerja pasti sudah menghitung keluar masuknya kendaraan dan juga menghitung pekerja berapa orang yang kerja, berarti sudah jelas bahwa perusahaan itu akan dapat keuntungan berapa dari sisa pengeluaran itu," imbuhnya. 

Lebih lanjut Irwan mengatakan tidak habis pikir jika pihak manejemen Greatindo Parking berkata di media bahwa akan PHK pekerja bila mogok terus."Saya jadi heran apakah dia tahu perjanjian awal ketika mau pakai Right Parking oleh pihak Rumah sakit, seharusnya perusahaan itu tinjau ulang apa yg terjadi selama ini jangan hanya melihat keuntungan saja, tapi Pekerja dan masyarakat lingkungan tidak dipenuhi keinginannya. Lebih baik parkir itu dikembalikan saja ke lingkungan, biar lingkungan yang mengolah. Insya Allah ini jalan yang terbaik," tandasnya.***

Bagikan: