Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 23.2 ° C

Keluarga Curiga Ada WNI yang Terlibat dalam Pembunuhan Ai Munawaroh

Agus Kusnadi
JASAD Ai Munawaroh (31) dikebumikan di TPU Desa Sindangsari, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Kamis, 14 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/PR
JASAD Ai Munawaroh (31) dikebumikan di TPU Desa Sindangsari, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Kamis, 14 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/PR

PANGANDARAN, (PR).- Keluarga Ai Munawaroh yang menjadi korban mutilasi di Malaysia, mencurigai ada keterlibatan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam peristiwa tersebut. Ini diutarakan ayah korban, Rohili, seusai pemakaman anaknya pada Kamis, 14 Maret 2019 di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran,

Rohili menuturkan sebelum meninggal dunia, Ai sempat bercerita tentang bisnis garmennya. "Sebelum berangkat ke Malaysia, anak saya cerita sempat minta DP (down payment) ke rekan bisnisnya itu. Anak saya ingin memastikan bisnisnya, karena yang sudah-sudah saja tidak dibayar, sebesar Rp 7 miliar," tuturnya.

Ai Munawaroh adalah anak sulung dari dua bersaudara pasangan Rohili dan Uka. Sehari-hari Ai berdomisili di Bandung, dan keluarganya tinggal di Desa Ciheas, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Pekerjaan Ai memang berbisnis garmen, dan pada 21 Januari 2019, Rohili mendapat kabar anaknya tengah berada di Malaysia untuk urusan bisnis.

Komunikasi keluarga dan Ai terbilang lancar termasuk saat korban pergi ke Malaysia. Namun pada 22 Januari 2019, Rohili heran karena pesan singkat melalui aplikasi tidak dibalas anaknya meski nomornya masih aktif. Dan pada 25 januari 2019 ketika Rohili coba menghubungi Ai, nomor ponsel anaknya sudah tidak aktif.

Pada 26 Januari 2019 ia mendapat kabar dari pihak kepolisian dan KBRI. Disebutkan bahwa barang-barang milik korban yang ada di dalam kamar hotel telah dikeluarkan oleh pihak hotel. "Setelah dapat kabar tersebut, saya dan keluarga berangkat ke Malaysia untuk mengamankan barang-barang Ai dengan ditemani pihak kepolisian, KBRI, dan imigrasi. Saat itu keberadaan anak saya diketahui," ujar Rohili kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.

Kabar terakhir datang pada 30 Januari 2019, dimana Ai disebutkan menjadi korban mutilasi. Rohili pun berangkat ke Malaysia lagi untuk memastikan. Ia pun menduga anaknya dibunuh sesaat setelah hilang kontak antara 22-23 Januari 2019.

Berdasarkan permintaan keluarga, Ai dimakamkan di tanah leluhurnya, Kabupaten Pangandaran. Jenazah tiba di lokasi pemakaman pada Rabu, 13 Maret 2019 malam, dan dikebumikan keesokan pagi harinya.***

Bagikan: