Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Dua Tersangka Pengedar Sabu Dibekuk Polres Sumedang

Adang Jukardi
KASAT Narkoba Polres Sumedang, AKP Idan Wahyudin (kedua kiri), sedang memperlihatkan barang bukti sabu dan barang bukti lainnya yang disita dari dua tersangka dalam ekspose penyalahgunaan narkoba di halaman Mapolres Sumedang, Kamis, 14 Maret 2019.*/ADANG JUKARDI/PR
KASAT Narkoba Polres Sumedang, AKP Idan Wahyudin (kedua kiri), sedang memperlihatkan barang bukti sabu dan barang bukti lainnya yang disita dari dua tersangka dalam ekspose penyalahgunaan narkoba di halaman Mapolres Sumedang, Kamis, 14 Maret 2019.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Tim Buser Satnarkoba Polres Sumedang membekuk dua tersangka pengedar sabu di waktu dan tempat yang berbeda. Kedua tersangka, masing-masing WAR alias Oding ditangkap di wilayah Kecamatan Tangjungsari, Selasa, 12 Maret 2019. Dari tangan WAR, polisi menyita barang bukti sabu seberat 0,36 gram, alat hisap, dan ponsel.  

Sementara itu, tersangka DAG diringkus di wilayah Kecamtan Jatinangor, Senin, 11 Maret 2019. Dari tangan DAG, polisi menyita sabu seberat 0,82 gram, alat hisap, juga ponsel.  Kedua tersangka masih mendekam dalam jeruji besi ruang Tahanan Polres Sumedang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut Kasat Narkoba Polres Sumedang, AKP Idan Wahyudin dalam ekspose penyalahgunaan narkoba di halaman Mapolres Sumedang, Kamis, 14 Maret 2019, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat dua pekan lalu. Berbekal informasi tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan hingga menguntit keberadaan tersangka.

Penyelidikan polisi membuahkan hasil. Tersangka DAG berhasil dibekuk di wilayah Jatinangor. Dengan tertangkapnya DAG, kata Idan, Satnarkoba mengembangkan kasus hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka lainnya, yakni WAR di wilayah Tanjungsari dengan menyita barang bukti yang sama. “Penyelidikan dan pengungkapan kasus ini cukup menyulitkan. Kami terus membuntuti tersangka hingga dua minggu lamanya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan kedua tersangka, Satnarkoba telah mengantongi tersangka lainnya berinisial BC. Keberadaan BC, hingga kini masih dalam penyelidikan dan pengejaran polisi.  “Kedua tersangka ini, ada di jaringan narkoba di wilayah Kabupaten Sumedang. Kami masih menyelidiki jaringan ke atasnya,” kata Idan.

Lebih jauh dia menyebutkan, kedua tersangka merupakan  pengedar sekaligus pemakai. Mereka melakukan transaksi di salah satu apartemen dan hotel di wilayah  Jatinangor. Adapun proses transaksinya, berumula dari tersangka DAG yang hendak membeli sabu dengan menitipkan uang kepada WAR Rp 700.000. Selanjutnya, WAR mentransper uang kepada tersangka BC Rp 1,3 juta. Setelah transaksi, sabu dikirim dengan ditempel di salah satu tempat di pinggir jalan di Jalan Caringin, Jatinangor. “Perbuatan mereka dijerat pasal 114, 112 dan 127 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukum minimal 5 tahun,” katanya.

Kepada petugas, tersangka WAR mengaku pertama kali memakai sabu ketika bekerja di salah satu apartemen di Jatinangor. Lalu, ia berkenalan dengan salah seorang tamu yang menginformasikan jual beli barang haram tersebut. “Saya pakai (konsumsi) sabu, belum lama, baru Januari lalu saat malam tahun baru. Saya belum pernah menjual, Cuma saya pernah membeli dua kali untuk konsumsi berdua,” katanya.***

Bagikan: