Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Dapat Kaki Palsu, Wafda Bahagia Serasa Mimpi

Ahmad Rayadie
KAPOLRES Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro memasnagkan kaki palsu kepada Wafda (10) dalam kegiatan Tali Asih di halaman Mako Polresta Sukabumi Kota, Kamis, 14 Maret 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR
KAPOLRES Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro memasnagkan kaki palsu kepada Wafda (10) dalam kegiatan Tali Asih di halaman Mako Polresta Sukabumi Kota, Kamis, 14 Maret 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR

WAFDA (10) warga Kampung Kutasirna, Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 14 Maret 2019 hanya bisa menitikkan air mata, saat mencoba kaki palsu barunya. Siswa kelas lima Sekolah Dasar itu, masih tidak menyangka mendapat kaki palsu.

Kaki palsu tersebut diberikan oleh Kepala Kepolisian Resort Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro di Mako Polres Sukabumi, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole dalam program Tali Asih. Pembagian kaki palsu itu tidak hanya dihadiri kedua orangtuanya, namun juga oleh sejumlah perwira di lingkungan kepolisian, militer dan Pemkot Sukabumi

Dia mengaku sama sekali tidak menyangka akan memperoleh kaki palsu. Saat kaki palsu sebelah kanan diberikan, Wafda tidak langsung memakainya.  Dia hanya menggigit jari telunjuk dan menepuk pipinya. 

Wafda mengaku merasa mimpi di siang bolong saat kaki palsu diberikannya. Dia sama sekali tidak menaruh curiga, ketika sejumlah polwan mengajak duduk dikursi paling depan. "Saat itu, saya hanya disuruh datang kelantor polisi. Ternyata mendapat hadiah, kaki palsu," katanya.

Kendati sempat ragu, Wafda mencoba memakai kaki palsu yang terbuat dari fiber itu pada kakinya yang cacat sejak bayi. Sambil menitipkan tongkat jepit kepada ibunya, dia melangkah pelan-pelan mencoba berjalan. "Saya sudah lama menginginkan kaki palsu ini," kata Wafda.

Sebenarnya, kata Wafda, tongkat jepit penyangga tidak menganggu aktivitasnya. Hanya saja, gerak aktivitas sehari hari relatif sangat terbatas. Terutama saat mengikuti kegiatan di pengjian dan sekolahnya. 

"Mudah mudahan dengan adanya kaki palsu ini, saya bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lainnya," katanya.

Program Tali Asih

Pemberikan kaki palsu, kata Susatyo, tidak hanya diberikan kepada Wafda namun juga untuk tujuh warga penyandang disabilitas lainnya. Kegiatan bakti sosial berupa pemberian kaki palsu ini diharapkan dapat terus berlanjut. "Kegiatan ini, merupakan salah satu tali asih kepolisian terhadap warga penyandang disabilitas yang belum memiliki kaki palsu," katanya.

Apalagi, katanya, banyak warga penyandang disabilitas menjadi inspirasi bagi warga lainnya. Terutama para penyandang yang memiliki berbagai prestasi dan karya. "Semangat mereka menjadi sebuah inspirasi bagi kita dalam kegiatan sehari-hari, berkarya demi bangsa dan negara," katanya.***

Bagikan: