Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian berawan, 19.7 ° C

Asa Menjadi Anggota Korps Bhayangkara

Bambang Arifianto
SEORANG pendaftar calon anggota Polri mengukur tinggi badan di Mapolresta Tasikmalaya Kota, Jalan Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, Kamis, 14 Maret 2019. Penerimaan seleksi calon anggota Polri dibuka pada 6-22 Maret 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
SEORANG pendaftar calon anggota Polri mengukur tinggi badan di Mapolresta Tasikmalaya Kota, Jalan Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, Kamis, 14 Maret 2019. Penerimaan seleksi calon anggota Polri dibuka pada 6-22 Maret 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

DITA Putri Mahendra tampak kikuk saat menjejakkan kaki di pijakan alat pengukur ketinggian. Dara berusia 18 tahun asal Sambong, Kota Tasikmalaya itu berusaha menegakkan badan sesuai instruksi petugas. Pengukuran pun dimulai untuk menentukan berapa persis tinggi badan Dita. Selepas pengukuran ketinggian, timbangan badan pun menunggunya. Dengan melepas sepatu, Dita mulai menjajal alat pengukur bobot itu.

Demikianlah urutan yang harus dilalui Dita saat mendaftar untuk mengikuti tes calon anggota Kepolisian Republik Indonesia di Mapolres Tasikmalaya Kota, Jalan Letnan Harun, Kamis, 14 Maret 2019. Mimpi menjadi anggota Korps Bhayangkara menjadi motivasi perempuan yang kuliah di Universitas Siliwangi tersebut. "Cita-cita dari kecil," ucapnya.

Ia mendaftar sebagai calon taruna Akademi Kepolisian Semarang. Dita tak main-main demi mencapai cita-citanya. Ia mulai rajin meluangkan waktu menempa fisik dengan berolahraga agar prima saat ikut seleksi. "Suka sih lari-lari di sekitar rumah," tuturnya.

Harapan Dita cukup membuncah setelah tinggi badannya memenuhi syarat. Ia memiliki tinggi 163 centimeter atau jauh melampaui batas yang ditetapkan, yakni 158 centimeter. Meski demikian, Dita masih memiliki persoalan berat badan. Idealnya, berat badan dirinya adalah 50-58 kilogram. Namun, bobot Dita mencapai 68 kilogram. Meski demikian, Dita masih mendapat toleransi untuk segera menurunkan badan hingga pelaksanaan tes tiba. Pekerjaan rumah berupa diet serta olahraga lebih rutin pun mesti dilakukannya.

Meski demikan, Dita tak patah arang. Tekadnya menjadi bagian Korps Bhayangkara telah bulat. Berbagai masukan petugas penerima pendaftaran dan anggota kepolisian tentang tips agar mendapat berat badan ideal didengarkannya dengan seksama.

Dita tak memiliki latar belakang keluarga yang berprofesi sebagai polisi. Sebagian keluarganya justru menjadi pengusaha. Namun, ia memilih menjadi aparat penegak hukum ketimbang pengusaha. Baginya, polisi merupakan abdi negara yang berwibawa dan banyak membantu masyarakat. Ia juga tak keberatan untuk ditempatkan di mana saja, termasuk wilayah konflk.

Cerita Dita hanya mewakili sebagian kecil cita-cita generasi muda yang ingin bergabung dengan Korps Bhayangkara. Siang itu, sejumlah anak muda yang sebagian masih berseragam SMA mendatangi Mapolres Tasikmalaya Kota untuk mendaftar. Mereka merelakan dirinya sebagai calon abdi negara dan masyarakat dengan mengikuti berbagai seleksi yang terbentang di depan.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Tasikmalaya Kota Iptu Nurrozi menyebut masyarakat antusias dengan pembukaan pendaftaran calon anggota Polri yang berlangsung pada 6-22 Maret 2019. "Jadi tahun ini secara serentak seluruh Indonesia. Kami sedang merekrut calon anggota Polri dari golongan tamtama, bintara, maupun perwira," ucap Nurrozi.

Pendaftaran juga dilakukan secara online. ‎"Dari animo para peserta calon anggota Polri dari kelas tamtama sudah ada 15 orang, bintara hampr 200 orang, untuk golongan Akpol sudah mencapai 22 orang," tuturnya.

Ia mengajak pula warga Tasikmalaya yang berminat untuk mendaftar. "Tidak dipungut biaya," ujar Nurrozi menegaskan.***

Bagikan: