Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 22.3 ° C

Lebih dari 100.000 Warga Ciamis Belum Punya KTP Elektronik

Nurhandoko
AKTIVITAS di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ciamis, Selasa , 12 Maret 2019. Hingga akhir Februari 2019 masih ada 121.632 warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.*/NURHANDOKO/PR
AKTIVITAS di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ciamis, Selasa , 12 Maret 2019. Hingga akhir Februari 2019 masih ada 121.632 warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Lebih dari 100 ribu warga Kab. Ciamis hingga kini belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis akan mengintensifkan proses perekaman demi kelengkapan dokumen kependudukan dan menyukseskan Pemilu 2019. 

Berdasarkan data dari Kantor Disdukcapil Kab. Ciamis, hingga akhir Februari 2019, baru ada 961.820 dari 1.083.452 warga wajib ber-KTP yang sudah melakukan perekaman. Jumlah total penduduk Kab. Ciamis sebanyak 1.412.142 jiwa. 

"Kami terus menggenjot proses perekaman, setiap hari melakukan jemput bola perekaman. Setelah direkam, mendapatkan surat keterangan (suket)
sembari menunggu pencetakan KTP elektroniknya," kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kab. Ciamis, Rusli, Selasa, 12 Maret 2019. 

Penduduk yang belum melakukan perekaman, dilanjutkan Rusli, sebagian di antaranya adalah yang baru berumur 17 tahun. "Mudah-mudahan dapat secepatnya tuntas,” ujarnya. 

Dia mengatakan, kegiatan jemput bola atau mendatangi warga merupakan salah satu upaya untuk lebih meningkatkan semangat warga dalam melakukan perekaman. Terbukti ketika petugas Disdukcapil datang ke lokasi, warga berbondong mengikuti perekaman.

Lokasi yang didatangi, lanjut dia, lebih diutamakan daerah yang belum terjamah, namun sinyal di wilayah tersebut bagus. Hal itu untuk memperlancar proses pengiriman data. 

Soalnya, percuma jika datang ke lokasi yang belum terjamah, namun sinyal jelek karena data tidak akan terkirim. Selain itu, jemput bola juga dilakukan ketika ada permintaan dari desa. 

"Sebenarnya perekaman dapat dilaksanakan di kantor kecamatan, akan tetapi masih ada saja yang tidak merekam. Begitu kami datang, warga
berbondong ikut perekaman. Mudah-mudahan yang belum segera melakukan perekaman. Setidaknya hal tersebut juga upaya menyukseskan Pemilu
2019,” tuturnya. 

Untuk mempercepat pelayanan, jam pelayanan juga ditambah. Tak hanya hari kerja, Sabtu dan Minggu pun petugas masih melayani perekaman di kantor Disdukcapil Kab. Ciamis. 

“Saat ini rata-rata melayani sekitar 200 warga yang melakukan perekaman. Kami juga melakukan perekaman goes to campus dan sekolah. Aktivitas
di kantor (Disdukcapil) terus berjalan, meski kami juga tidak mendapat tambahan uang lembur. Ini demi peningkatan pelayanan pada masyarakat,” kata Rusli.

Kurang blanko 

Rusli juga mengatakan, saat ini Disdukcapil Kab. Ciamis mengalami kekurangan blanko KTP elektronik. Pihaknya masih menunggu kiriman blanko dari pemerintah pusat.

Kekosongan tersebut juga menjadi salah satu kendala mendapatkan KTP elektronik, untuk menggantikan surat keterangan.  

“Jika tersedia blanko, kami langsung cetak. Saat ini kondisi mulai seimbang, antara pencetakan dengan pembuatan suket. Untuk proses cetak
menunggu tuntasnya proses penunggalan data,” tuturnya.  

Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi kendala. Saat ini, hanya ada dua kendaraan berikut piranti pendukung perekaman yang setiap hari berpindah lokasi.***

Bagikan: