Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya berawan, 18.2 ° C

Perlombaan Olah Raga Tradisional Digelar di Pangandaran agar Tetap Lestari

Agus Kusnadi
RATUSAN pelajar tingkat SD/sederajat mengikuti 5 mata lomba olah raga tradisional tingkat Kabupaten Pangandaran yang dibuka oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata di lapangan Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Selasa, 12 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KP
RATUSAN pelajar tingkat SD/sederajat mengikuti 5 mata lomba olah raga tradisional tingkat Kabupaten Pangandaran yang dibuka oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata di lapangan Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Selasa, 12 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KP

PARIGI,(PR).- Olah raga tradisional kembali dipopulerkan di Kabupaten Pangandaran untuk membentuk karakter generasi muda. Selain itu, juga untuk melestarikan budaya leluhur.

Hal ini terungkap dalam gelaran lomba olah raga tradisional tahun 2019 Kabupaten Pangandaran. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata di lapangan Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Selasa, 12 Maret 2019.

Dia mengatakan kompetisi ini serupa dengan pertandingan olah raga lainnya. Sehingga penting untuk menjunjung tinggi sportivitas dan juga fair play.
 

lomba oltrad

Jeje berharap dari kompetisi ini bisa menghasilkan bibit atlet yang profesional. Bahkan diharapkan di masa depan bisa berkiprah bukan hanya di tingkat kabupaten saja melainkan di tingkat nasional.

"Melalui olah raga tradisional juga diharapkan bisa membentuk karakter generasi penerus Kabupaten Pangandaran," ujar Jeje seperti yang dilaporkan wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi. 
 

lomba oltrad

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Surman, lomba olah raga tradisional ini diikuti oleh 230 peserta dari tingkat Sekolah Dasar maupun sederajat dengan lima mata lomba.

"Ada lomba balap egrang, dogongan awi, sumpit, balap bakiak, serta gobag atau hadang," ujar Surman.

Dia melanjutkan, pada perlombaan olahraga tradisional tahun sebelumnya Kabupaten Pangandaran menjadi juara umum di tingkat Provinsi Jawa Barat. Maka dari itu, pada event kali ini sekaligus untuk mencari bibit unggul yang rencananya akan diikutsertakan mempertahankan gelar juara umum di perlombaan tingkat provinsi.***

Bagikan: