Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sebagian berawan, 22.2 ° C

Jumlah Rutilahu di Garut Diperkirakan Ada 50.000

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTTRASI rutilahu.*/KABAR BANTEN
ILUSTTRASI rutilahu.*/KABAR BANTEN

GARUT, (PR).- Jumlah rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Garut hingga saat ini masih terbilang tinggi. Pemkab Garut terus berupaya mengurangi jumlah rutilahu tiap tahunnya dengan menyisihkan anggaran dari berbagai sumber.

Menurut Bupati Garut, Rudy Gunawan, ada tiga versi terkait data jumlah rutilahu yang ada di Kabupaten Garut saat ini. Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada 42 ribu rutilahu yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Garut. 

"Sementara data dari dinas terkait, hanya ada 35 ribu. Sedangkan menurut perkiraan saya, jumlah rutilahu di Garut itu bisa mencapai 50 ribuan karena saat ini masih banyak yang belum terdata," ujar Rudy, Senin 11 Maret 2019.  

Diakui Rudy, untuk menekan tingginya jumlah rutilahu yang ada, pihaknya terus melakukan upaya dengan meluncurkan program perbaikan rutilahu. Anggaran dari berbagai sumberpun telah disiapkan mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik kabupaten maupun provinsi, hingga Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Karena keterbatasan kemampuan anggaran, tutur Rudy, maka dalam setiap tahunnya Pemkab Garut hanya bisa memperbaiki 8 ribu unit rutilahu. Adapun anggaran yang disiapkan untuk perbaikan ruitlahu ini totalnya mencapai Rp 600 miliar.

Anggaran dari APBD Kabupaten Garut sendiri diakui Rudy hanya mampu digunakan untuk memperbaiki 5 ribu rutilahu tiap tahunnya. Sisanya akan dibantu oleh Banprov dan juga DAK sehingga totalnya ada 8 ribu rumah yang diperbaiki tiap tahun dengan jumlah bantuan yang diterima tiap rumah mencapai Rp 12 juta.

"Kami menargetkan seluruh rutilahu yang ada di Kabupaten Garut itu baru bisa diperbaiki seluruhnya hingga tahun 2024," katanya kepada wartawan Kabar Priangan Aep Hendy.

Rudy menyebutkan, rumah keluarga Lilis (55) yang berlokasi di Kampung Kertasari, Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, menjadi perhatiannya untuk dibangun secepatnya. Apalagi rumah yang ditempati Lilis itu sudah ambruk sehingga Lilis dan keluarganya terpaksa harus menumpang di rumah kerabatnya.

Menurut Rudy, belum lama ini dirinya mendapatkan laporan dari salah satu anggota dewan bahwa di daerah Karangpawitan ada rumah warga yang ambruk. Karena keterbatasan ekonomi, warga tersebut tak mampu memperbaiki rumahnya hingga akhirnya ambruk dan kini mereka terpaksa harus menumpang di rumah kerabatnya.

Selain rumah milik Lilis, Rudy juga akan membantu keluarga lainnya yang masih tinggal di rumah rutilahu yang ternyata jumlahnya cukup banyak di daerah tersebut. Setidaknya, ada enam unit rumah yang akan diperbaiki dengan anggaran dari Garut Peduli dan Baznas.

Rudy mengaku sangat menyayangkan masih banyaknya rutilahu yang belum terdata di dinas terkait. Selama ini dirinya lebih banyak menerima laporan dari warga atau anggota dewan seperti halnya beberapa rutilahu yang ada di wilayah Kecamatan Karangpawitan.***

Bagikan: