Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 22.3 ° C

Syahbandar Pangandaran Keluarkan Imbauan Gelombang Tinggi

Tim Pikiran Rakyat
KONDISI gelombang laut di pantai Pangandaran yang tampak masih aman, meski ada imbauan kewaspadaan untuk gelombang tinggi, Senin, 11 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
KONDISI gelombang laut di pantai Pangandaran yang tampak masih aman, meski ada imbauan kewaspadaan untuk gelombang tinggi, Senin, 11 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Meski kondisi gelombang air laut di perairan pantai Pangandaran masih aman, imbauan gelombang tinggi di perairan laut bagian selatan telah dikeluarkan. Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Kelas III Pangandaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan imbauan itu karena berkaitan dengan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Kepala UPP Kelas III Pangandaran Dirjenhub Laut, Dicky Kant, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan imbauan khususnya kepada para nelayan melalui Rukun Nelayan (RN). Mereka diharapkan lebih berhati-hati ketika sedang melaut.

"Bahkan untuk publikasi cuaca, kami selalu update dan bisa dilihat di papan pengumuman kantor Syahbandar, khusus buat para nelayan yang membutuhkan info tersebut," ujar Dicky saat dikonfirmasi Agus Kusnadi dari Kabar Priangan, Senin, 11 Maret 2019.

Dicky mengatakan, imbauan dikeluarkan untuk menindaklaniuti peringatan dini gelombang tinggi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Cilacap. Peringatan dini itu menyatakan bahwa tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4,5 meter dan berpeluang terjadi di Samudera Hindia di bagian selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta.

"Imbauan (peringatan dini) tersebut berlaku sejak tanggal 8 hingga pukul 07.00 11 Maret ini. Kalau untuk selanjutnya, kami belum mendapat informasi tentang cuaca lagi dari BMKG," katanya.

KONDISI gelombang laut di pantai Pangandaran yang tampak masih aman, meski ada imbauan kewaspadaan untuk gelombang tinggi, Senin, 11 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

Nelayan harus proaktif memerhatikan status cuaca

Dicky mengatakan, ia mengharapkan agar seluruh nelayan selalu memerhatikan cuaca. Mereka diharapkan segera berlindung ke pulau terdekat jika mengetahui ombak yang tiba-tiba meninggi dan segera melaporkan kepada Syahbandar terdekat. Mereka juga diharapkan menginformasikan posisi kapal, kondisi cuaca, kondisi kapal, serta hal penting lainya.

Dicky juga mengimbau supaya nelayan melengkapi dokumen dan surat perijinan sesuai peraturan yang ada saat berlayar. Kapal yang digunakan pun harus dilengkapi dengan alat keselamatan yang memadai dan alat penerangan sesuai ketentuan.

Bagi kapal tradisional yang mengangkut penumpang, kata dia, wajib mengutamakan keselamatan penumpangnya dengan mewajibkan mereka memakai jaket pelampung selama dalam pelayaran. Selain itu, mereka harus terus membarui informasi tentang cuaca maritim dari BMKG baik melalui internet maupun melalui informasi yang ditempel di papan informasi kantor UPP Kab Pangandaran.

Sementara, Sekretaris Balawista Pangandaran, Asep Kusnidar, mengatakan, kondisi gelombang di pantai Pangandaran masih aman. "Ketinggian gelombang dikisaran 0,5 hingga 1 meter atau 2,5 feet dengan kecepatan angin 3,4 Mph. Hampir tidak terasa, hembusan anginnya kecil," ujar Asep.

Bagikan: