Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

KRL Anjok, Jalur Bogor-Jakarta Terganggu Sampai Senin

Windiyati Retno Sumardiyani
KERETA Api Commuter Line 1723 relasi Jatinegara-Bogor anjlok di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu 10 Minggu 2019. Enam orang termasuk masinis terluka dalam kejadian ini.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
KERETA Api Commuter Line 1723 relasi Jatinegara-Bogor anjlok di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu 10 Minggu 2019. Enam orang termasuk masinis terluka dalam kejadian ini.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR, (PR).- Kereta Commuter Line 1722 relasi Jatinegara-Bogor anjlok tak jauh dari pintu perlintasan kereta api di Kelurahan Kebonpedes, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor,Minggu 10 Maret 2019 pukul 10.15 WIB.

Enam orang termasuk masinis dilaporkan terluka akibat kejadian tersebut. Hingga kini, PT Kereta Api Indonesia belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tiga gerbong depan yang mengarah ke Bogor rusak berat. Gerbong utama merangsek ke sisi kanan rel dan menabrak tiang listrik. 

Dari informasi yang dihimpun, setelah kejadian, penumpang langsung berhamburan keluar dari  kereta. Warga di sekitar lokasi kejadian langsung membantu mengevakuasi penumpang terutama penumpang di gerbong wanita.

KERETA Api Commuter Line 1723 relasi Jatinegara-Bogor anjlok di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu 10 Minggu 2019. Enam orang termasuk masinis terluka dalam kejadian ini.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

Salah seorang saksi mata, Darsono (45) mengatakan, sebelum menabrak tiang listrik, kereta api dari Jakarta tersebut sudah terlihat oleng. Kecepatan kereta juga sudah melambat.

"Kejadiannya begitu cepat, setelah kereta menabrak tiang, warga langsung membantu mengevakuasi. Saya bantu mengevakuasi masinis, dia luka di bagian sikut saja, sebelum dibawa ke rumah sakit, warga dievakuasi sementara di rumah warga," ujar Darsono.

Terganggu sampai Senin

Kepala Daop I PT KAI Jakarta Dadan Rudiansyah mengatakan, hingga kini PT KAI belum memastikan penyebab pasti anjloknya kereta commuter line tersebut. Saat ini,PT  KAI masih berupaya mengevakuasi tiga gerbong agar jalur rel kereta api Bogor-Jakarta bisa segera dilalui.

"Kami masih cari tahu penyebabnya, kami masih menunggu alat berat, mudah-mudajan secepatnya bisa diangkat. Kami gunakan crane dari Bandung dan Cirebon, mungkin tiga jam dari kejadian baru bisa datang," ujar Dadan Rudiansyah.

KERETA Api Commuter Line 1723 relasi Jatinegara-Bogor anjlok di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu 10 Minggu 2019. Enam orang termasuk masinis terluka dalam kejadian ini.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

Atas kejadian tersebut, Dadan Rudiansyah memastikan layanan commuter line relasi Bogor-Jakarta atau sebaliknya akan terganggu hingga Senin 11 Maret 2019. Layanan commuter line hanya bisa diakses melalui Stasiun Cilebut, Kabupaten Bogor.

"Hari ini saya pastikan tidak bisa langsung selesai diangkat. Mohon maaf, pelayanan di Stasiun Bogor ditiadakan, silakan naik dari Cilebut atau Bojonggede atau silakan cari alternatif transportasi lain," kata Dadan Rudiansyah.

Wali Kota Bogor Bima Arya memastikan seluruh korban kecelakaan kereta sudah dibawa ke rumah sakit. Pemerintah Kota Bogor, kata Bima Arya, juga masih melakukan pendataan jumlah korban terdampak kecelakaan.  Bima Arya mengimbau warga untuk menghindari ruas Jalan Pemuda, Jalan Kebon Pedes, dan Jalan RE Martadinata karena saat ini PT KAI sedang berupaya melakukan evakuasi gerbong.

"Kami berkoordinasi dengan Satlantas dan Polres untuk pengondisian pengalihan arus. Kita berharap proses sterilisasi rel berjalan lebih cepat. Intinya, warga hindari dulu jalan dekat rel kereta Kebon Pedes," kata Bima Arya.***

Bagikan: