Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Bawaslu Kota Tasikmalaya Investigasi Kemunculan Teks Prabowo-Sandi di SD Galunggung

Bambang Arifianto
BADAN Pengawas Pemilihan Umum/DOK PR
BADAN Pengawas Pemilihan Umum/DOK PR

TASIKMALAYA, (PR).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya menginvestigasi temuan sekolah yang menunjukkan tulisan dukungan ke pasangan Prabowo-Sandiaga. Tulisan itu muncul di running text atau teks berjalan di SD Galunggung, Kota Tasikmalaya pada Sabtu, 9 Maret 2019, pukul 22.37 WIB.

Bawaslu Kota Tasikmalaya turun tangan melakukan investigasi mulai Minggu, 10 Maret 2019. "Kami sudah investigasi kepala sekolahnya," tutur Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Ijang Jamaludin, di Tasikmalaya.

Ketika tulisan itu muncul sebagai running text di sekolah, warga pun melaporkannya ke Panwas Kecamatan Tawang. Panwas Kecamatan Tawang juga mendapat telefon dari pihak Polsek Tawang terkait konten running text dan klarifikasi Kepala SD Galunggung.‎

Diinformasikan, pada pukul 23.50 WIB,  Kepala SD Galunggung datang. Ia pun langsung mengintruksikan petugas sekolah segera mematikan aliran listrik ke running text tersebut.

Dari hasil penelusuran, alat itu ternyata bisa diakses melalui jaringan telefon genggam atau android dengan menggunakan internet. Dengan demikian, peretasan bisa saja terjadi.  

"Klarifikasi dari pihak (kepala) sekolah, dia sama sekali tidak mengetahui dan menyadari (papan berjalan bertuliskan Prabowo-Sandi)," ujar Ijang. Pihak sekolah juga telah melaporkan kasus itu ke kepolisian.

Pendidikan.*/DOK. PR

Pelanggaran di lembaga pendidikan

Bawaslu Kota Tasikmalaya sedang menangani beberapa kasus pelanggaran kampanye yang berkaitan dengan lembaga pendidikan. Selain masalah running text, Bawaslu juga sedang dalam proses menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan Uu Ruzhanul Ulum dan Sandiaga Uno yang sama-sama datang ke pesantren.

Seperti diketahui,‎ mantan Bupati Tasikmalaya tersebut diduga melanggar Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilu ‎pasal 280 ayat 1 hurup h mengenai penggunaan atau kampanye di tempat pendidikan. Pesantren masuk kategori lembaga pendidikan kendati tak dikelola pemerintah.

Uu yang datang memenuhi permintaan klarifikasi di Kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu sempat menjawab tuduhan pelanggaran kampanye yang dilakukannya.‎ "Tergantung yang menafsirkan tentang kegiatan tersebut," ujar Uu saat itu.

Sementara, Pesantren Sulalatul Huda ternyata juga mendapat kunjungan dari Cawapres Sandiaga Uno pada Jumat, 8 Maret 2019 malam. Ijang menyatakan, Bawaslu tengah mengkaji kedatangan Sandi.

"Kita sekarang mengumpulkan laporan hasil-hasil pengawasan," ujar Ijang. Dia mengatakan, kedatangan kandidat ke pesantren/lembaga pendidikan  diperbolehkan selama tidak ada unsur-unsur kampanyenya.***

Bagikan: