Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Berawan, 22.6 ° C

Uji Nyali, Silakan Lintasi Jembatan Situgunung

Ahmad Rayadie
MENTERI Koordinasi Bidang Kemaritiman  Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan didampingi Bupati Sukabumi, Marwan Hamami Sabtu 9 Maret 2019  tengah mencoba melintasi jembatan gantung Situgunung.*/AHMAD RAYADIE/PR
MENTERI Koordinasi Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan didampingi Bupati Sukabumi, Marwan Hamami Sabtu 9 Maret 2019 tengah mencoba melintasi jembatan gantung Situgunung.*/AHMAD RAYADIE/PR

SUKABUMI, (PR).- Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman  Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, Sabtu 9 Maret 2019  terkagum-kagum saat  meresmikan jembatan gantung Situgunung. Jembatan gantung  yang disebut-sebut  terpanjang se-Asia,  berada persis di kawasan Gunung Gede Pangrango tepatnya di Kampung Pasanggrahan, RT 33/08 di Desa Gunung  Pangrango, Kecamatan Kadudampit memiliki panorama keindahan.

Jembatan yang kini menjadi andalan pariwisata Kabupaten Sukabumi, hampir setiap pekan dan liburan panjang menjadi tujuan ribuan wisatawan. Mereka  sengaja datang tidak hanya ingin menikmati pesona hutan damar yang berada di aeral Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Tapi ingin menguji nyali  di kawasan destinasi jembatan gantung yang disebut-sebut  terpanjang dan tertinggi di Jawa Barat saat dilintasi.

Jembatan  yang menghubungkan obyek wisata Situgunung ke kawasan Curug Sawer itu, memiliki ketinggian  mencapai 150 meter dari atas tanah dan panjang membentang  hingga mencapai 250 meter,  memiliki panorama sangat indah sehingga sangat dinanti-nanti para wisatawan.

Baik pengunjung sekitar Sukabumi dan Cianjur, juga wisatawan dari Jakarta dan Bandung  mendatangi lokasi tersebut. Mereka ingin menjajal melintasi jembatan tersebut. Terutama para pengunjung yang suka berselfi ria sambil menikmati keindahan kawasan pegunungan.

"Keindahan alam di kawasan ini sungguh sangat mempesona. Sukabumi ini memang daerah yang luar biasa. Begitupun, keindahan potensi Sukabumi Selatan diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara," kata Luhut.

Sehingga, kata Luhut Bisar Panjaitan, pemerintah pusat memberikan cukup perhatian untuk sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Dan  Presiden Joko Widodo menginginkan membangun infrastruktur  di daerah ini dapat segera tuntas.

"Pemerintah membuat beberapa program selain dana pusat maka dana desa kita luncurkan untuk percepatan pembangunan. Kami telah mendorong lapangan terbang bisa selesai tahun ini," katanya.

Sukabumi Hebring

Terkait pembangunan jalan tol  Bogor-Ciawi dan Sukabumi (Bocimi----red), Luhut Binsar Panjaitan menegaskan dua tahun mendatang pembangunan jalan tol tersebut harus rampung.

Apalagi program jalan tol Ciawi ke Sukabumi ini, masyarakat  sudah sangat lama menunggu hingga diperkirakan   21 tahun lamanya. Kini pembangunan baru tahap satu. Keberadaan tol diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan. 

"Karena 2021 mendatang  jalan tol Bocimi harus benar-benar rampung. Kita punya tempat yang bagus, jalan tidak  bagus orang tidak akan datang ke tempat ini," katanya.

Selain itu, Luhut menginginkan wilayah Ujung Genteng, Banten dan Sukabumi terhubung secara utuh dengan infrastruktur yang baik. "Pokoknya, Sukabumi harus Hebring, tidak hanya pekerjaan pelabuhan, tapi menyangkut perikanan hingga obyek pariwisata," katanya.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat mendampingi Luhut Binsar Panjaitan berharap peresmian ini dapat memotivasi untuk mengembangkan wilayah Kabupaten Sukabumi. Sehingga dari potensi yang ada bisa memberikan kesejahtraan bagi masyarakat.

"Karena itu,  kami mohon bantuan dari pemerintah pusat untuk mendukungan program lanjutan. Yakni  setelah  program jalan tol, double trek kereta api, bandara,  dan pelabuan pengumpan. Kami  memohon kawasan ekonomi khusus di Cikidang segera di tetapkan bapak presiden," katanya.

Apalagi selain pengembangan kawasan wisata, kata Marwan Hamami, Pemkab Sukabumi juga melakukan pengembangan pertanian dan peternakan.

"Kami telah bekerja sama dengan IPB untuk membuat sekolah lapang dengan pengembangan ujarnya.***

Bagikan: