Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.5 ° C

Jumlah Mini Market di Kab. Bogor Tembus 1.090 Unit 

Irwan Natsir
ILUSTRASI keberadaan mini market.*/PRFMNEWS
ILUSTRASI keberadaan mini market.*/PRFMNEWS

CIBINONG,(PR).- Jumlah mini market di wilayah Kabupaten Bogor dalam lima tahun belakangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS)  Kab Bogor dalam lima tahun terjadi penambahan mini market sampai 600 unit. Pada tahun 2013 jumlah mini market sebanyak 490 unit. Sedangkan tahun 2018 sebanyak 1.090 unit.  Rata rata setiap tahun ada penambahan 120 unit.
Data yang dihimpun “PR” Online dari BPS, penambahan jumlah mini market tersebut bertolak belakang dengan perkembangan pasar tradisional di Kabupaten Bogor.  Jumlah pasar tradisional dalam lima tahun hanya bertambah 3 unit pasar tradisional. Tahun 2013 jumlahnya 24 unit bertambah 27 unit pada tahun 2018. Begitu pula jika dibandingkan dengan pasar desa, penambahan pasar desa jauh sekali dibandingkan dengan mini market. Pasar desa di Kab Bogor tahun 2013 sebanyak 41 unit saat ini jumlahnya sebanyak 44 unit.
Ironisnya, terjadinya penambahan yang cukup besar terhadap mini market tersebut setelah Pemerintah Kabupaten Bogor mengeluarkan peraturan daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2012 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan took modern. Di dalam perda ini juga diatur mengenai mini market.
Kasi Verifikasi Administrasi Bidang Perizinan Operasional Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab Bogor, Teguh Sugiarto ketika dikonfirmasi “PR” Online Jumat 8 Maret 2019) di Cibinong, mengaku kaget ketika mendengar jumlah mini market saat ini sampai 1.090 unit. “Apa benar jumlahnya sebanyak itu,” kata dia bertanya.
Menurut dia, pada tahun 2018 Pemkab Bogor memberlakukan morotarium mini market di 20 kecamatan, sehingga dengan jumlah mini market yang ada tersebut menimbulkan pertanyaan. “Saya harus cek dulu secara detil tentang izin mini market yang dikeluarkan. Tapi dalam penilaian saya, kok jumlahnya tidak sebanyak itu. Karena selama ini banyak mini market yang melakukan perpanjangan izin,” ujar Teguh.
Dijelaskan Teguh, proses perizinan yang dikeluarkan pihaknya setelahj mendapat analisa dan kajian teknis dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Selama hasil kajian tersebut terpenuhi, seperti mengenai jarak mini market dengan pasar tradisional serta ketentuan lain, maka tentu dikeluarkan ijinnya. “Namun kalau soal jumlah yang disebutkan BPS sampai 1.090 unit, ya harus dicek lagi. Kira kira dari mana BPS mengambil data tersebut,” jelas dia.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Industri dan Perdagangan Kab Bogor, Jona Sijabat tidak memberikan keterangan setelah diminta tanggapannya tentang jumlah mini market di Kab Bogor sampai 1.090 unit. “Maaf saya lagi rapat di Bandung. Kenapa mini market,” jawabnya melalui pesan singkat.
Ketika diminta penjelasan mengenai penambahan jumlah mini market dalam lima tahun ini melonjak tajam dari jumlah 490 unit menjadi 1.090 unit, Jona Sijabat tidak membalas dan memberikan tanggapannya.

Harus transparan

Sementara, anggota DPRD Kab Bogor Wawan Haikal mengatakan, masalah perizinan mini market harus diinformasikan secara transparan. Apakah semua mini market di wilayah Kab Bogor telah memiliki izin sesuai aturan “Aspek perizinan mini market  haruslah ditempuh sesuai aturan berlaku,” katanya.
Menurut dia, selain persoalan perizinan, juga mengenai fungsi dari bangunan yang digunakan sebagai mini market. Apakah fungsi bangunan tersebut sudah sesuai peruntukan atau bagaimana. Sebab, ada sebagian bangunan yang disewa oleh perusahaan mini market dari masyarakat yang kemudian dijadikan mini market. “Mengenai fungsi bangunan juga harus diperjelas apakah sudah sesuai atau bagaimana,” jelas dia.
Dari data yang dilansir BPS, perkembangan mini market di Kab Bogor begitu signifikan. Penambahannya sangat tajam. Tahun 2013 tercatat sebanyak 490 unit. Pada tahun 2015 naik menjadi 748 unit. Kemudian pada tahun 2018 bertambah lagi menjadi 1.090 unit.
Kecamatan yang cukup banyak berdirinya mini market seperti kecamatan Cibinong sebanyak 192 unit, Cileungsi 112 unit, Gunung Putri 91 unit, Bojonggede 73 unit, Citeureup 63 unit, Babakan Madang 40 unit,  serta di kecamatan lainnya. Dari 40 kecamatan di Kab Bogor  hanya di Kecamatan Sukajaya yang tidak ada  mini market.***
 

Bagikan: