Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 30.5 ° C

Rehabilitasi Bangunan Enam Sekolah di Kota Sukabumi Mangkrak

Ahmad Rayadie
OMBUDSMAN.*/DOK. PR
OMBUDSMAN.*/DOK. PR

SUKABUMI, (PR).- Mangkraknya rehabilitasi pembangunan sejumlah fasilitas di enam Sekolah Dasar (SD) di Kota Sukabumi, mulai dipersoalkan. Tak hanya belum rampung, rehabilitasi sekolah ini bahkan terkatung-katung.

Enam sekolah dari empat kecamatan tersebut seharusnya mendapat rehabilitasi pembangunan belasan ruangan kelas, aula, mushola dan kantor guru. Karena kondisi ini, muncul dugaan ada indikasi pembiaran yang dilakukan dinas dan lembaga terkait.

Salah seorang pemerhati pendidikan Kota Sukabumi, Endang Rohman mengancam akan melaporkannya ke Ombudsman Republik Indonesia. "Bila dalam sepekan tidak ada reaksi, kami akan segera melaporkannya ke ombudsman. Kami menilai adanya pembiaran sehingga rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah mangkrak," katanya kepada wartawan Pikiran Rakyat, Jumat, 8 Maret 2019.

Endang berharap Ombudsman dapat menelusuri penyebab mangkraknya rehabilitasi pembangunan sekolah itu. Kasus mangkrak ini awalnya diketahui terjadi di SDN Tonjong I dan SDN Nanggeleng di Kecamatan Citamiang. Tapi setelah diinventarisir, kasus serupa juga terjadi di SD Limusnunggal 1, Kecamatan Cibeureum, lalu  SDN Subangjaya 3 di Kecamatan Cikoke, dan dua SD di Kecamatan Lembur Situ, yakni SDN Kibitay dan SDN Nangerang. 

"Seharusnya, pemerintah hadir, namun kenyataan mereka masih belum menindaklanjutinya. Terutama untuk menyelesaikan pembangunan disekolah-sekolah teraebut," kata Endang.

Dia mendesak pemerintah daerah untuk segera bertindak. Apalagi kebutuhan sarana ruang kelas dan pendukung sangat vital. Terutama untuk aktivitas penunjang Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM).

"Selain itu, juga bisa mengancam keselamatan jiwa para pelajar. Seperti yang terlihat di SDN Nangerang, di Kecamatan Lembur Situ. Bila tidak hati-hati, ruangan yang rehabilitasinya belum tuntas itu bisa melukai pelajar" katanya.

Lebih menyedihkan lagi, dampak mangkrak ini menyebabkan fasilitas rusak. "Misalnya ratusan buku pelajaran. Ini karena bagian atap belum sepenuhnya diperbaiki, sehingga bocor dan membasahi buku," ujar Endang.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kota Sukabumi, Dikdik Krustiana membenarkan adanya keluhan kepala sekolah terkait masih belum tuntasnya rehabilitasi bangunan sekolah. Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, Dikdik telah mengirimkan tim investigasi melakukan menyelusurkan

"Mudah mudahan, secepatnya ada kejelasan terkait terbengkalainya rehabilitasi  pembangunan sejumlah ruangan di enam sekolah tersebut," katanya.*** 

Bagikan: