Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 22 ° C

TPA Burangkeng Dibuka Kembali, Aspirasi Warga Akan Difasilitasi

Tommi Andryandy
WARGA menutup akses masuk Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa, 5 Maret 2019. Aksi itu dilakukan warga terdampak yang memprotes tidak adanya kompensasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bekasi selama ini.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
WARGA menutup akses masuk Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa, 5 Maret 2019. Aksi itu dilakukan warga terdampak yang memprotes tidak adanya kompensasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bekasi selama ini.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bekasi menginstruksikan Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng, Kecamatan Setu dibuka kembali. Di sisi lain, Pemkab pun berjanji akan memfasilitasi tuntutan warga terdampak.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah yang terkait, kepolisian serta TNI, Rabu, 6 Maret 2019. Dalam rapat tersebut, perwakilan warga Burangkeng sebenarnya turut diundang namun tidak datang.

Asisten Daerah III, Suhup menyatakan tuntutan warga Burangkeng agar mendapat kompensasi dari keberadaan TPA dapat ditindaklanjuti. Soalnya, tuntutan tersebut memang tercantum dalam regulasi, tepatnya pada Undang-undang 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“Proses pemberian uang kompensasi itu bisa dilakukan karena jika mengacu kepada undang-undang dan peraturan yang berlaku itu diperbolehkan. Hanya saja, mekanismenya harus ditempuh terlebih dahulu,” kata dia, usai memimpin rapat di Gedung Bupati, Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat.

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi menggelar rapat guna membahas persoalan penutupan Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng di Gedung Bupati, Rabu, 6 Maret 2019. Salah satu hasilnya, Pemkab menegaskan tempat pembuangan akan dibuka kembali.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Selain menindaklanjuti tuntutan warga, rapat pun membahas aksi penutupan TPA oleh warga. Hasil rapat memutuskan bahwa TPA Burangkeng harus kembali dibuka. Soalnya, selama TPA ditutup, sampah dari seluruh titik di Kabupaten Bekasi tidak dapat terangkut.

Untuk mencegah terjadinya gesekan, pembukaan TPA akan melibatkan kepolisian dan TNI.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto mengungkapkan, akibat penutupan TPA Burangkeng itu, setidaknya ada 2.400 ton sampah di Kabupaten Bekasi yang tidak terangkut. Jika dibiarkan, penumpukan sampah akan menjadi masalah baru dan merugikan warga lebih luas.***

Bagikan: