Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 25.1 ° C

Warga Tutup Akses TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi

Tommi Andryandy
WARGA menutup akses masuk Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa, 5 Maret 2019. Aksi itu dilakukan warga terdampak yang memprotes tidak adanya kompensasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bekasi selama ini.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
WARGA menutup akses masuk Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa, 5 Maret 2019. Aksi itu dilakukan warga terdampak yang memprotes tidak adanya kompensasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bekasi selama ini.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Sejumlah warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi menutup akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap warga sekitar yang terdampak.

Aksi telah dilakukan sejak Senin, 4 Maret 2019 dan terus berlangsung hingga Selasa, 5 Maret 2019. Warga bersikukuh bakal terus beraksi sampai tuntutan mereka dipenuhi.  Aksi dilakukan dengan membentangkan spanduk di depan pintu masuk TPA dan di area Kantor UPTD Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. Beberapa warga terlihat berjaga dan bersiaga menghalau truk sampah yang melintas.

Koordinator aksi, Ali Gunawan, menuturkan, aksi penutupan itu merupakan puncak dari banyaknya keluhan yang disampaikan warga. Meski tidak bersebelahan langsung dengan TPA, mereka tetap mengeluhkan dampak dari pembuangan sampah serta lalu lintas truk yang melewati permukiman tiap hari.

“Selama TPA berdiri, 23 tahun lalu, warga terus terdampak bau-bau sampah, belum lagi penyakit yang timbul dari sampah ini. Di sisi lain, perhatian pada warga pun praktis tidak ada,” kata Ali yang juga Ketua Tim 17 Burangkeng, kelompok yang menginisiasi aksi protes.

Ia mengatakan, tidak ada kompensasi yang diterima warga Burangkeng selama ini. Tidak hanya itu, Ali menilai pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkab Bekasi buruk.

“Dengan aksi ini, kami menuntut Pemkab Bekasi peduli. Kontribusi yang diberikan pada kami itu tidak ada. Jangankan kompensasi dampak sampah, infrastruktur saja tidak ada,” kata dia.

ILUSTRASI.*DOK.PIKIRAN RAKYAT

Warga tidak menuntut, hanya minta ditutup

Senada dengan Ali, Ketua RW 13 Desa Burangkeng, Tri Joko, mengungkapkan bahwa penderitaan warga terkait sampah ini sudah dirasakan cukup lama. Sehingga, kata dia, wajar saja masyarakat bergejolak meminta perhatian dari pemerintah.

“Bisa dirasakan (bila) para pejabat mencoba bertempat tinggal berdekatan dengan TPA, pasti tidak akan nyaman. Karena, air saja tidak layak dikonsumsi, belum lagi udara yang mengandung penyakit. Dan, kami tidak menuntut apa apa, melainkan pemerintah bisa mencari solusi atas penutupan dari TPA Burangkeng,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana menggelar pertemuan bersama sejumlah pihak yang terkait. Pertemuan juga dilakukan bersama warga tedampak untuk menyelesaikan persoalan ini.***

Bagikan: