Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Pengguna Jalan Takut Melintas di Hutan Emplak

Tim Pikiran Rakyat
BANYAK dahan pohon yang kondisinya sudah lapuk di bahu jalan nasional Pangandaran-Parigi tepatnya di jalan raya Desa Wonoharjo Pangandaran sehingga khawatir akan patah dan menimpa pengguna jalan, Minggu, 3 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
BANYAK dahan pohon yang kondisinya sudah lapuk di bahu jalan nasional Pangandaran-Parigi tepatnya di jalan raya Desa Wonoharjo Pangandaran sehingga khawatir akan patah dan menimpa pengguna jalan, Minggu, 3 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN, (PR).- Banyak pengguna jalan mengaku ketakutan ketika sedang melintas di sepanjang jalur jalan nasional Pangandaran-Parigi. Pasalnya selain banyak yang sudah condong ke jalan, juga banyak dahan pada pohon berukuran besar yang sudah lapuk sehingga khawatir akan menimpa para pengguna jalan. 

Salah satu pengguna jalan, Darsum (45) warga Desa Purbahayu, Kec Pangandaran mengatakan, banyak pohon yang sudah tua dan berukuran besar condong ke badan jalan.

"Ditambah banyak dahan-dahannya yang sudah lapuk. Saya jadi takut kalau ada angin kencang dan dahan tersebut patah dan menimpa pengguna jalan lainnya termasuk saya," ungkap Darsum, Minggu, 3 Maret 2019.

Dirinya berharap kepada intansi terkait untuk memapas dahan yang sudah lapuk dan akan membahayakan bagi pengguna jalan. "Kami tidak tahu harus kemana melaporkan hal tersebut," ujarnya.

Pohon untuk penghijauan yang berada di bahu jalan nasional merupakan kewenangan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Namun sepengetahuan warga, hingga saat ini belum ada pihak terkait untuk melakukan pemeliharaan terhadap pohon-pohon tersebut sehingga dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan, banyak pohon berukuran besar di bahu jalan sudah condong ke arah badan jalan sehingga para pengendara merasa takut melintas di jalan nasional hutan Emplak Kalipucang dan sepanjang jalur jalan nasional Pangandaran-Parigi. (Agus Kusnadi/Kabar Priangan)***

Bagikan: