Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Warga Perlu Tahu, Pas 17 April Jangan Gelar Hajatan

Tati Purnawati
BUPATI Majalengka Karna Sobahi serta Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Dandim, serta Kapolres melepas balon aneka warna sebagai penanda dimulainya sosialsiasi pemilu bagi pemilih pemula dan komunitas, di lapangan Pasar Lawas Majalengka,  Minggu 3 Maret 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
BUPATI Majalengka Karna Sobahi serta Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Dandim, serta Kapolres melepas balon aneka warna sebagai penanda dimulainya sosialsiasi pemilu bagi pemilih pemula dan komunitas, di lapangan Pasar Lawas Majalengka, Minggu 3 Maret 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Bupati Majalengka, Karna Sobahi keluarkan intruksi pada seluruh rakyatnya untuk tidak melakukan kegiatan hajatan baik pernikahan ataupun sunatan serta tidak melakukan bepergian jauh pada 17 April 2019 mendatang. Diharapkan pada hari itu semua warga datang ke TPS untuk melakukan pemilihan presiden dan legislatif.

Hal tersebut disampaikan Bupati Karna Sobahi saat melakukan sosialisasi pemilu bagi pemilih pemula dan komunitas, lewat konser musik pemilih berdaulat negara kuat yang diselenggarakan KPUD Majalengka, di lapangan Pasar Lawas Majalengka,  Minggu 3 Maret 2019.

“Saya sudah melakukan imbauan dan mengeluarkan intruksi melalui seluruh camat agar pada saat pemilu nanti tidak ada yang menggelar hajatan, sunatan ataupun pernikahan. Tapi semua meliburkan diri untuk datang ke TPS dan menyuarakan hal pilihnya untuk menentukan pemimpin lima tahun depan,” ungkap Karna Sobahi.

Bupati mengungkapkan hingga saat ini Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Majalengka pun telah menyelesaikan penerbitan 47.000 E-KTP, yang KTP-nya akan segera diserahkan kepada masyarakat sebagai legalitas mengikuti Pemilu. Dengan demikian tidak ada lagi alasan bagi masyarakat atau hak pilih untuk tidak datang ke TPS walaupun tidak mendapat surat panggilan, karena mereka telah mendapatkan KTP sebagai salah satu syarat menjadi peserta pemilih.

"Pada penyelenggaraan pemilu tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal keamanan. Saya mengalami 3 kali Pilkada dan semuanya berjalannya kondusif dan ini bukti tata kelola Pemilu di Majalengka dengan Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara berjalan baik,” ungkap Karna Sobahi. 

Kaum milenial

Ketua KPUD Majalengka Agus Syuhada mengatakan, konser musik diselenggarakan sebagai upaya sosialsiasi pada kaum milenial, karena sebanyak 40 persen DPT di Majalengka merupakan pemilih pemula,  itu berarti potensi pemilih pemula sangat tinggi di Majalengka.

Agus mentargetkan tingkat partisipasi pemilih pada pemilu kali ini mencapai 80 persenan, untuk mencapai jumlah tersebut sebanyak 780.000 pemilih dari jumlah DPT sebanyak 980.222     harus datang ke TPS.

Sayangnya pada penyelenggaraan sosialisasi tersebut peserta yang datang sangat minim. Saat pembukaan hanya puluhan saja kursi yang terisi, itupun kebanyakan diduduki oleh pejabat dari Pemerintah Kabupaten Majalengka, petugas KPU, bawaslu, serta kepolisian.

Begitu pembukaan selesai hampir semua tamu undangan ikut membubarkan diri, yang tersisa hanya panitia dan tim pengamanan. Padahal tim pengamanan dari kepolisian dan TNI sudah diturunkan dengan jumlah yang sangat maksimal.

Tim pengamanan yang diterjunkan dari kepolisian dan TNI mencapai 300 orang, belum ditambah kekuatan Satuan Polisi Pamong Praja serta Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka.

“Jauh lebih banyak pengamanan dari pada yang hadir,” ungkap salah seorang anggota kepolisian.***

Bagikan: