Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya berawan, 21.9 ° C

Genjot Wisata, Cirebon Gelar Cifest 2019

Ani Nunung Aryani
SALAH seorang peserta lomba kreasi fashion batik Cirebon menunjukkan kebolehan dalam gelaran “Cirebon Creative Fashion Carnival” di depan Gedung eks pabrik rokok BAT, Minggu, 3 Maret 2019. Fokus mengembangkan sektor wisata, Pemkot Cirebon menggelar berbagai event selama satu tahun yang dikemas dalam Cirebon Festival (Cifest) 2019.*/ANI NUNUNG/PR
SALAH seorang peserta lomba kreasi fashion batik Cirebon menunjukkan kebolehan dalam gelaran “Cirebon Creative Fashion Carnival” di depan Gedung eks pabrik rokok BAT, Minggu, 3 Maret 2019. Fokus mengembangkan sektor wisata, Pemkot Cirebon menggelar berbagai event selama satu tahun yang dikemas dalam Cirebon Festival (Cifest) 2019.*/ANI NUNUNG/PR

CIREBON, (PR).- Fokus mengembangkan sektor wisata, Pemkot Cirebon menggelar berbagai event selama satu tahun yang dikemas dalam even besar Cirebon Festival (Cifest) 2019.

Sejumlah agenda sudah digelar beberapa waktu lalu. Dan event yang baru saja digelar yakni Cirebon X-pose 2019 pada Sabtu, 2 Maret 2019 yang diwarnai dengan peluncuran tagline city branding Kota Cirebon “The Gate of Secret”. Event yang digelar selama dua hari ini bertabur pagelaran seni tradisi, seperti tari topeng, kuda lumping, tarling, sintren, brai, debus dan lainnya. Puluhan pengusaha mikro, kecil dan menengah, juga ikut dilibatkan.

Beberapa waktu sebelumnya, digelar Cirebon Travel Mart serta peluncuran bus wisata Cirebon Tourism on Bus (Citros) di Keraton Kasepuhan. Menurut Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati dalam waktu dekat, akan segera digelar Festival Topeng Cirebon serta kegiatan-kegiatan wisata lainnya.

“Agenda wisata di Kota Cirebon, bisa dilihat di aplikasi Cirebon Wistakon,” ujar Eti seusai menyaksikan pagelaran Cirebon Creative Fashion Carnival di depan Gedung eks pabrik rokok BAT Minggu, 3 Maret 2019.

Ditambahkan Eti, sektor wisata di Kota Cirebon membutuhkan berbagai pembenahan. Meskipun potensi Cirebon luar biasa, karena memiliki segala yang dibutuhkan sebagai kota wisata, namun modal yang sudah dimiliki tentu harus dibenahi.

“Mewujudkan Kota Cirebon sebagai destinasi wisata unggulan tentu bukan perkara semudah membalikan telapak tangan, karena tentunya membutuhkan banyak pengerahan sumber daya baik dana, kesiapan manusia maupun sarana dan prasarana,” katanya.
 

WAKIL Wali Kota Cirebon Eti Herawati memukul bedug sebagai tanda dibukanya gelaran “Cirebon Creative Fashion Carnival” di depan Gedung eks pabrik rokok BAT, Minggu, 3 Maret 2019. Fokus mengembangkan sektor wisata, Pemkot Cirebon menggelar berbagai event selama satu tahun 2019 yang dikemas dalam Cirebon Festival (Cifest).

Terkait tagline city branding Kota Cirebon “The Gate of Secret”, menurut Eti, tagline itu merupakan kesepakatan bersama, bahkan sudah dituangkan dalam SK Wali Kota Cirebon. “Karena kekayaan di Kota Cirebon ini luar biasa,” katanya.

Pemilihan tagline yang berarti gerbang rahasia, Dikatakannya, karena hampir semua tradisi dan budaya yang tumbuh dan lestari di Cirebon, memiliki rahasia dalam arti makna filosofi dibalik namanya. Dibalik tarian, budaya, bangunan hingga kulinernya memiliki makna filosofi yang sangat dalam. 

“Contoh saja, pintu sebelum kita masuk ke masjid Agung Kasepuhan itu pendek, sehingga secara otomatis saat hendak  masuk, kita harus menunduk. Hal itu bukan suatu kebetulan, namun mengandung makna, sebagai manusia tidak boleh sombong. Dan masih banyak lagi filosofi lainnya, ini yang akan kita ‘jual’ untuk bisa dinikmati wisatawan,” tuturnya.

Diungkapkan Eti, Kota Cirebon sedang memfokuskan program pengembangan bidang pariwisata. Pariwisata merupakan sektor terpenting dalam pembangunan daerah Kota Cirebon. “Selain sebagai penggerak ekonomi, kegiatan pariwisata telah menjadi isu strategis untuk lokomotif pembangunan daerah,” kata dia.

Perkembangan pariwisata Kota Cirebon yang cepat dan pesat akan dikelola dengan perencanaan matang dan terpadu. Tentu perencanaan yang matang dan terpadu dapat memberikan dampak positif yang maksimal.

“Upaya pembangunan memajukan Kota Cirebon sesuai dengan akselerasi pencapaian visi dan misi Kota Cirebon 2018-2023, yakni mewujudkan Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah,” ujar Eti.

Sementara itu Ketua Panitia Cirebon X-pose 2019 dan Cirebon Creative Fashion Carnival Iing Daiman yang juga Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik  mengungkapkan, aplikasi Wistakon merupakan salah satu produk aplikasi yang dibuat DKIS untuk menunjang Kota Cirebon sebagai kota pintar (Smart city).

Wis takon yang merupakan kepanjangan dari wisata Kota Cirebon, juga merupakan istilah bahasa Cirebon yang memiliki arti sudah bertanya. Aplikasi berisi sejumlah informasi diantaranya kalender wisata tahunan, destinasi wisata, hotel serta kuliner yang ada di Kota Cirebon.

“Selain itu, sejumlah gelaran budaya dan kegiatan lainnya juga bisa disaksikan di aplikasi tersebut,” katanya.***

Bagikan: