Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

Bus Pariwisata Pemberian Pemprov untuk Purwakarta Butuh Penyesuaian

Hilmi Abdul Halim
WAKIL Bupati Purwakarta Aming memeriksa kondisi bus pariwisata bantuan Pemerintah Provinsi bernama Kidang Pananjung, Senin 25 Februari 2019. Pemerintah daerah setempat mengeluhkan fasilitas bus yang belum sesuai harapan bahkan sudah ada sedikit kerusakan.* HILMI ABDUL HALIM/PR
WAKIL Bupati Purwakarta Aming memeriksa kondisi bus pariwisata bantuan Pemerintah Provinsi bernama Kidang Pananjung, Senin 25 Februari 2019. Pemerintah daerah setempat mengeluhkan fasilitas bus yang belum sesuai harapan bahkan sudah ada sedikit kerusakan.* HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Bus pariwisata bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum sesuai harapan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Fasilitas dalam bus yang diberi nama Kidang Pananjung itu dinilai masih kurang bahkan beberapa bagiannya sudah rusak.

Setelah tiba di Kawasan Alun-alun Purwakarta pada Senin 25 Februari 2019 pagi, Wakil Bupati Purwakarta Aming memeriksa kondisinya. "Fasilitas akan ditambah seperti pegangan (untuk penumpang yang berdiri) tidak ada. Nanti tidak semua penumpangnya duduk," katanya.

Dengan penambahan fasilitas pegangan tangan diharapkan dapat menambah kapasitas penumpang bus tersebut hingga lebih dari 30 orang. Dengan 10 unit tempat duduk dari bahan besi yang tersedia saat ini, bus hanya bisa menampung 20 penumpang di luar pendamping wisata dan pengemudi.

Selain itu, Aming menilai tulisan nama bus tersebut terlalu kecil ukurannya. Bahkan nama Kidang Pananjung yang tertulis di bagian depan dan atap bagian belakang jauh lebih kecil dibandingkan tulisan dan logo sponsor yang berada di bagian pinggir bus.

Kekurangan lainnya ialah tangga untuk naik penumpang di sisi kiri badan bus. Dengan ketinggian bus yang mencapai hampir setengah meter dinilai tidak ramah bagi penumpang perempuan dan lanjut usia, apalagi bagi penyandang disabilitas.

Aming juga menemukan sejumlah kerusakan kecil pada bagian hiasan bus yang terbuat dari bahan kayu. "Iya itu hiasan di bagian atapnya kok begitu (patah). Nanti tolong diperbaiki dulu sebelum diluncurkan," katanya kepada pihak pengelola bus Kidang Pananjung yakni Organisasi Angkutan Darat daerahnya.

WAKIL Bupati Purwakarta Aming memeriksa kondisi bus pariwisata bantuan Pemerintah Provinsi bernama Kidang Pananjung, Senin 25 Februari 2019. Pemerintah daerah setempat mengeluhkan fasilitas bus yang belum sesuai harapan bahkan sudah ada sedikit kerusakan.* HILMI ABDUL HALIM/PR

Bagian lain yang rawan rusak ialah gambar tempel yang kondisinya sedikit mengelupas. Pada kesempatan itu, Aming juga sempat mencoba mengemudikan bus namun menurutnya tidak ada kendala pada mesin sehingga bisa segera dioperasikan.

Sementara itu, Ketua Organda Kabupaten Purwakarta Tatan Margandi justru menilai tampilan bus Kidang Pananjung paling bagus dibanding dengan bus pariwisata untuk daerah lainnya. Namun, ia tetap akan mempertimbangkan masukan pemerintah daerahnya untuk menambah fasilitas bus tersebut.

Selanjutnya, Organda Kabupaten Purwakarta saat ini belum bisa mengoperasikan bus tersebut. "Dioperasikannya setelah peluncuran oleh pemerintah daerah. Kami masih menunggu kabar tersebut," kata Tatan.

Selain itu, Organda juga masih menunggu dokumen operasional bus dari pihak terkait seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan. Dasar aturan pengoperasian bus tersebut ialah Peraturan Bupati meliputi rute, jam operasional, tarif dan sebagainya.

"Mengenai tarif bus untuk dewasa itu Rp20.000 dan pelajar Rp15.000 untuk satu putaran," kata Tatan. Bus tersebut rencananya akan membawa wisatawan ke sejumlah tujuan wisata di wilayah pusat Kabupaten Purwakarta seperti Situ Buleud, museum-museum hingga Tajug Gede Cilodong.***

Bagikan: