Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Punguti Sampah Belum Bisa Tuntaskan Permasalahan

Gelar Gandarasa
Aksi bersih di wilayah Pantai Wisata Mangrove Karangsong Kabupaten Indramayu. */GELAR GANDARASA/PR
Aksi bersih di wilayah Pantai Wisata Mangrove Karangsong Kabupaten Indramayu. */GELAR GANDARASA/PR

PERSOALAN sampah memang sangat pelik. Betapa tidak, selama adanya kehidupan manusia sampah tak bisa lagi terhindarkan.

Di hari sampah nasional yang jatuh pada Kamis, 21 Februari 2019, masyarakat diajak untuk mengelola sampah dengan baik.

Sejak pagi, sekitar 500 orang sudah berkumpul di wilayah Pantai Wisata Mangrove Karangsong Kabupaten Indramayu. Mereka berasal dari berbagai kalangan profesi seperti polisi, TNI, pegawai negeri bahkan pelajar. Setiap sampah yang mereka temui dipunguti satu-satu untuk kemudian dimasukkan ke dalam karung.

Reni (18) salah seorang pelajar mengaku, kegiatan bersih-bersih merupakan hal baik. Dia pun tergerak untuk mengikuti kegiatan itu. “Saya juga ingin memberikan kontribusi positif bagi wilayah saya. Mungkin ini salah satu jalan yang bisa saya tempuh,” ujar dia.

Dia bersama puluhan rekannya terus memunguti sampah yang bertebaran. Harapannya suatu hari nanti persoalan sampah bisa dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Indramayu.

Sampah di pesisir pantai memang menjadi fokus perhatian dari pemerintah daerah. Sebab sampah yang terbawa arus laut itu kerap mengotori bibir pantai Indramayu.

Walau sudah dibersihkan sampah-sampah itu kerap masih ada selama kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih belum timbul.

Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Ahmad Bachtiar mengatakan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Kendati demikian, hingga saat ini pemerintah daerah tetap berusaha menuntaskan persoalan sampah di Indramayu.

Hal itu dibuktikan dengan keseriusan pemerintah membangun tempat pembuangan akhir. “Kita sudah memiliki 3 tempat pembuangan sampah akhir,” ungkap Ahmad.

Kendati demikian, belum seluruhnya sampah di Indramayu bisa terangkut. Selain terbatasnya personel, Indramayu pun memiliki armada pengangkut yang terbatas juga.

Dalam sehari volume sampah di tengah masyarakat bisa mencapai 1.300 ton. Dari jumlah itu hanya 30 persennya saja yang sudah bisa terangkut.

Ahmad menegaskan, saat ini perilaku masyarakat menangani sampah mesti diubah. Masyarakat perlu diarahkan untuk mampu mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Contohnya saja bisa dijadikan bahan bakar terbarukan ataupun kerajinan-kerajinan lainnya,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, ratusan anggota Polri juga ikut diterjunkan membersihkan sampah di Pantai Karangsong. Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki mengatakan, menjaga alam merupakan tugas bersama. Dengan terjaganya alam maka kelangsungan hidup manusia pun akan terjaga baik. “Kita jaga alam, alam jaga kita,” ujar Yoris.

Total masyarakat berhasil mengumpulkan sampah sekitar 5 ton. Sampah-sampah di yang bertebaran di Pantai Karangsong memang terbilang banyak jumlahnya. Jika dibersihkan setiap hari bisa dibayangkan ada berapa kehidupan yang terselamatkan. Kesadaran masyarakat akan membuang sampah pada tempatnya mesti kembali digaungkan. Sebab masih ada saja warga yang berani membuang sampah di sembarang tempat hingga berakibat bencana.***

Bagikan: