Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 29.2 ° C

Pemkab Garut Segera Panggil Dua Perusahaan Terkait Banjir Leles

Tim Pikiran Rakyat
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

GARUT, (PR).- Pemkab Garut terus mencari solusi untuk mencegah terulangnya banjir parah yang melanda kawasan Leles selama musim hujan ini. Sejumlah langkah pun dilakukan Pemkab Garut, termasuk mencari tahu penyebabnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Uu Saepudin, menyebutkan, salah satu langkah yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat yakni memanggil dua pemilik perusahaan atau pabrik yang berada di wilayah Leles. Pemanggilan dilakukan untuk mencari tahu kondisi sebenarnya, sehingga kedua perusahaan tersebut disebut-sebut sebagai penyebab utama terjadinya banjir.

"Kedua perusahaan tersebut yakni PT Changshin dan PT Kaho. Selama ini banyak pihak yang menduga kedua perusahaan ini menjadi penyebab banjir sehingga kita akan mintai keterangannya," ujar Uu, Kamis 21 Februari 2019.

Uu mengakui, pihaknya tak menampik adanya dugaan bahwa keberadaan dua pabrik itu telah menjadi pemicu terjadinya banjir yang akhir-akhir ini sering terjadi di wilayah Leles. Apalagi lokasi kedua pabrik itu yang berada di atas bukit.

Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, tutur Uu, volume air dari kawasan PT Changshin memang terbilang besar. Hal ini diperparah dengan derasnya debit air yang meluap dari Sungai Cikawedukan.

"Sumber banjir yang selama ini sering terjadi di Leles itu sebenarnya berasal dari tiga sumber. Selain keberadaan PT Changshin dan PT Kaho, juga karena kondisi saluran air warga yang juga tidak berfungsi dengan baik sehingga air lebih banyak meluber ke jalan," katanya.

Namun di sisi lain, Uu membantah jika kerusakan yang terjadi di bagian hulu yang menjadi penyebab utama banjir akibat pembangunan pabrik. Kerusakan ini menurut Uu lebih diakibatkan adanya perubahan tanam pada lahan di bagian hulu, dimana biasanya ditanami pohon kopi tapi sekarang berubah jadi sayuran.

Uu menilai hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap daya tahan dan daya serap tanah terhadap air. Makanya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air hujan langsung mengalir dan membawa material lainnya.

Lebih jauh diakuinya pula jika keberadaan lokasi galian C di kawasan tersebut juga cukup berdampak meski tidak terlalu dominan. Hal ini bisa dilihat dari material batu dan tanah yang ikut hanyut terbawa air hujan saat banjir terjadi.

Masih menurut Uu, untuk menangani permasalahan ini Pemkab Garut juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk membangun saluran drainase. Hal ini dikarenakan drainase yang ada saat ini ukurannya kurang besar sehingga tidak mampu menampung debit air yang besar saat hujan turun.(Aep Hendy S)***

Bagikan: