Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 29.2 ° C

Hoaks Semakin Memuakkan tetapi Sulit Dihindari

Ahmad Rayadie
DEKLARASI anti hoaks di gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Kamis 21 Februari 2019.*/YUSUF WIJANARKO/PR
DEKLARASI anti hoaks di gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Kamis 21 Februari 2019.*/YUSUF WIJANARKO/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Kendati penyebaran hoaks sudah dinilai memuakkan, warganet tidak bisa berbuat banyak. Apalagi penyebarannya semakin masif dan isunya menyasar berbagai peristiwa seperti kecelakaan lalu lintas hingga bencana alam. Bahkan hoaks berisi informasi kesehatan marak bertebaran dan berisiko mengancam keselamatan jiwa.

"Kami sebenarnya sudah sangat muak dengan disuguhkannya informasi yang menyesatkan di media sosial. Kami tahu itu hoaks tapi karena masifnya informasi tersebut, lambat laut kami terpengahuhi juga," kata Lisnawati, peserta kegiatan Deklarasi Anti Hoaks di gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Kamis 21 Februari 2019.

Dalam kegiatan yang dikemas dengan tema Sosialisasi Jabar Saber Hoaks Netizen Bijak Bermedia Sosial itu, Lisnawati  tidak hanya berharap penyebar hoaks menghentikan aksinya. Dia berharap pemerintah lebih aktif menangkalnya.

"Dikhawatirkan, menjelang pemungutan suara pada Pilpres pertengahan April mendatang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama yang menganggu kenyamanan dan keamanan negara. Memang telah ada penangkalan yang dilakukan pemerintah, tapi perlu lebih diintensifkan lagi," katanya.

SOSIALISASI Jabar Saber Hoaks Netizen Bijak Bermedia Sosial/YUSUF WIJANARKO/PR

Kepala Divisi Klarifikasi dan Diseminasi Jabar Saber Hoaks Alfianto Yustinova mengatakan, isu hoaks yang tersebar di Jawa Barat beragam mulai dari bencana alam, kesehatan, SARA, politik, hingga layanan publik.

“Tak jarang, hoaks lama direproduksi dan dikaitkan dengan isu terkini untuk menggiring opini maupun memancing emosi dan komentar warganet,” katanya.

Hal tersebut dibenarkan pegiat anti hoaks dan fact checker Yusuf Wijanarko. Hoaks kian hari kian mudah menyebar.

“Tingginya gelar akademik tak menjadi jaminan seseorang terbebas dari paparan hoaks. Untuk menghindarkan diri dari paparan disinformasi dan misinformasi, kita harus melatih kepekaan, ketelitian, dan prasangka. Saat menerima informasi yang diduga bermuatan hoaks dan ujaran kebencian, utamakan tabayun dan mencari klarifikasi. Langkah ini merupakan salah satu jalan terbaik agar kita terhindar," katanya.

KEPALA Bidang Informasi dan Komunikasi Publik di Dinas komunukasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri/AHMAD RAYADIE/PR

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik di Dinas komunukasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri mengatakan, Pemkab Sukabumi telah melakukan berbagai upaya pencegahan termasuk  mengedukasi masyarakat tidak mudah terpapar hoaks dengan menggaet Dinas Komunikasi dan Infotmatika provinsi Jawa Barat.

"Kegiatan ini kami isi dengan beberapa materi di antaranya pengenalan pengertian hoaks, mengenali ciri-ciri berita hoaks, mengantisipasi penyebaran hoaks, dan dampak yang di timbulkannya," kata dia.  

"Baiknya kita menyaring berita sebelum membagikannya. Biasanya, ciri-ciri berita hoaks itu sumbernya tidak jelas, menyuruh pembaca untuk membagikan, saat di cek, tautannya sedikit bahkan hampir tidak memuat berita yang dimaksud, serta berisi nada provokasi kepada kelompok tertentu," katanya.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informasi Jawa Barat Dedi Dharmawan,  mengatakan, sosialisasi cara penangkalan hoaks merupakan salah satu bentuk meminimalkan penyebabarannya terutama menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019.***

 

Bagikan: