Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Dikira Hanya Menggertak, Warga Kaget Satpol PP Datang dengan Ekskavator

Riesty Yusnilaningsih
RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

RITA (64), hanya bisa memandangi reruntuhan tempat tinggalnya yang kini telah berupa puing. Warga RT 1 RW 3 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi itu tidak menyangka, surat peringatan dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi yang diterimanya pada Selasa 21 Februari 2019 serius adanya.

Dalam surat tersebut, disampaikan rencana penertiban bangunan liar di sisi aliran Kali Bekasi. Rumah Rita termasuk salah satu di antaranya.
Ibu lima anak itu sempat tidak menghiraukan isi surat tersebut. Pasalnya, surat peringatan seperti itu, bukan yang pertama kali diterimanya.

"Ini sudah yang ketiga, yang pertama dan kedua dikirim sejak dua tahun lalu," ucap Rita, Kamis 21 Februari 2019.

Saat surat peringatan pertama dan kedua datang, Rita sudah bersiap membereskan perabotannya agar tak ikut hancur disapu alat berat. Tapi nyatanya ancaman penertiban seperti yang tercantum dalam surat, tidak kunjung terbukti.

"Penertiban tidak jadi, akhirnya saya rapikan lagi barang-barang dan tetap tinggal di sini," ucapnya.

Adapun Iis (34), anak bungsunya yang semula tinggal bersama, memilih pindah ke Rumah Susun Sederhana Sewa di Kecamatan Bekasi Timur.

"Saya sama suami tetap di sini karena tempatnya enak, dekat ke mana-mana. Usaha warung gado-gado yang saya buka juga lumayan ramai, sayang kalau harus pindah," ucapnya.

Namun Kamis 21 Februari 2019 pagi, nyatanya satu ekskavator datang ke kampungnya. Lengkap dengan puluhan petugas Satpol PP yang bersiap menertibkan bangunan-bangunan semi permanen di sisi aliran Kali Bekasi.

Kalang kabut angkut perabotan

Rerata warga kaget. Ternyata peringatan kali ini bukan sekadar gertakan semata. Akhirnya, berkejaran dengan ekskavator yang siap dioperasikan, warga kalang kabut memindahkan perabotannya ke rumah tetangga yang tidak ikut ditertibkan.

"Tadi sampai ada tetangga yang jatuh, kaget ternyata ekskavator datang juga. Buru-buru dia lari ke rumahnya, evakuasi barang," ucap Iis yang menyaksikan kejadian tersebut.

RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

Meskipun mayoritas warga tidak siap, tapi tidak sampai menghambat agenda penertiban. Tak sampai dua jam, sebelas bangunan semi permanen yang berdiri tepat di samping aliran Kali Bekasi sudah rata dengan tanah.

Kepala Satpol PP Kota Bekasi Cecep Suherlan membenarkan bahwa peringatan sudah dilayangkan pihaknya sejak 2016. Namun eksekusi baru dilaksanakan sekarang, sesuai kebutuhan Perum Pengairan selaku pemilik lahan.

"Pembongkaran ini berkaitan dengan rencana perluasan wisata Hutan Bambu milik pemerintah daerah," katanya.

Menurut Cecep, seharusnya masyarakat langsung menindaklanjuti surat peringatan yang diberikan pemerintah daerah pada 2016, sehingga saat bangunannya dibongkar mereka tidak tergesa-gesa untuk pindah.

"Harusnya mereka sudah pindah karena kita telah melaksanakan SOP melalui SP 1 sampai 3. Pada tahapan SP 1 dan 2 seharusnya mereka pindah karena sudah tahu akan dibongkar," katanya.

Terhadap warga yang tempat tinggalnya dibongkar, tidak akan ada penggantian atau uang kerohiman. Adapun relokasi ke Rusunawa, akan dikoordinasikan lebih lanjut. ***

Bagikan: