Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 29.2 ° C

Dewa Budjana dan Tohpati Gagal Tampil di Cifest, Gapitt Cirebon Kecewa Berat

Ani Nunung Aryani
Dewa Budjana dan Tohpati/DOK PR
Dewa Budjana dan Tohpati/DOK PR

CIREBON, (PR).- Ratusan pengusaha tour and travel se-Indonesia kecewa berat dengan batalnya penampilan dua musisi Dewa Bujana dan Tohpati, yang semula bakal meramaikan even Cirebon Festival (Cifest) Sabtu 23 Februari 2019.

Pagelaran musik bertajuk “Sound of Sunyaragi” yang dijadwalkan digelar di Taman Air Goa Sunyaragi, gagal digelar tanpa alasan yang jelas dari pihak even organizernya, Foris.

Padahal sejumlah promosi dari berbagai media sudah gencar dilakukan pihak Foris. Bahkan kabarnya, sebagian tiket pagelaran seharga Rp 300 ribu pun sudah terjual.

Pihak Foris, bahkan baru menyampaikan kabar dibatalkannya even tersebut kepada panitia Cirebon Festival, Rabu 20 Februari 2019 malam melalui telepon.

Tanpa alasan jelas juga, pihak Foris tidak menghadiri undangan rapat akhir Cifest Kamis 21 Februari 2019. Semula pihak panitia berharap pihak Foris bisa menjelaskan kepada forum rapat, gagalnya pagelaran musik.

Kekecewaan pengusaha tour and travel disampaikan Ketua Gabungan Pengusaha Industri Tour and Travel (Gapitt) Wilayah Cirebon Dadang Abdul Kodir yang ikut diundang dalam rapat.

Menurut Dadang, Gapitt sengaja mensinergikan  kegiatan travel mart dengan Cifest, karena memang tujuannya beririsan, sama-sama berupaya mengundang wisatawan ke Cirebon.

Dia mengakui, salah satu yang ikut mendorong sebanyak 100 pengusaha tour and travel dari berbagai daerah di Indonesia, datang ke Cirebon karena ada pagelaran musik Dewa Bujana dan Tohpati.

“Kami bahkan menjadikan pagelaran musik “Sound of Sunyaragi” sebagai daya tarik utama mengundang mereka,” katanya.

Batal tanpa alasan yang jelas

Dikatakannya, kegiatan travel mart yang disinergikan dengan Cifest, berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (22-23 Februari 2019).

Selain table top yang digelar Gapitt, kata Dadang, pengusaha bakal diundang dalam peluncuran bus wisata Cirebon tourism on bus (Citros) dan city branding Kota Cirebon oleh Gubernur Jabar Jumat 22 Februari 2019.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon Iing Daiman yang memimpin rapat Cifest mengungkapkan penyesalannya atas kegagalan even Sound of Sunyaragi, tanpa alasan yang jelas.

“Kami bukan hanya sekedar menyesalkan, tapi sangat menyesalkan. Mereka membatalkan dengan alasan reschedule secara mendadak di detik-detik akhir tanpa alasan yang jelas,” katanya.

Pembatalan ini bukan hanya membuat pengusaha tour kecewa namun juga membuat jadwal acara yang sudah tersusun, harus menyusun ulang.

Menurut Iing, awal bergabungnya Foris untuk menggelar acara musik di even Cifest, merupakan inisiatif Foris sendiri.

“Kami tentunya wellcome dengan semua pihak yang ingin membantu meramaikan Cifest,” kata Iing.

Dikatakan Iing, Cifest merupakan rangkaian acara atau even wisata selama setahun di Kota Cirebon.

“Kegiatan Cifest akan diawali dengan peluncuran kalender wisata 2019 Jumat malam dan peluncuran city branding Kota Cirebon dan Citros atau Cirebon tourism on bus, oleh Pak Gubernur Jabar Sabtu malam,” katanya.***

Bagikan: