Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 22.7 ° C

Calon Haji Berusia 75 Tahun Diprioritaskan

Tim Pikiran Rakyat
Kabah/DOK. PR
Kabah/DOK. PR

SUMBER, (PR).- Kuota untuk Jemaah calon haji (calhaj) di Kabupaten Cirebon untuk musim haji tahun 2019 ini dipastikan tidak bertambah. Sama dengan tahun 2018 lalu, kuota Kabupaten Cirebon ditetapkan sebanyak 2.417 jemaah.

Dengan kuota yang sama dengan tahun sebelumnya, Kemenag Kabupaten Cirebon bakal memprioritaskan pemberangkatan haji untuk calhaj yang berusia minimal 75 tahun. Meski begitu, persyaratan tetap harus ditempuh, terutama soal kesehatan.

“Kalau usianya sudah di atas 75 tahun, namun tidak memenuhi persyaratan, terutama kesehatan, tetap tidak diijinkan untuk berangkat,” tutur Kepala Kemenag setempat, H. Mujayin, Kamis 21 Februari 2019.

Mengenai penetapan kuota yang sama dengan tahun lalu, dijelaskan bahwa hal tersebut menyangkut tingkat pelayanan. Bila dipaksakan ditambah kuotanya,akan berdampak pada kualitas pelayanan, karena harus menyiapkan akomodasi dan segala hal keperluan Jemaah calhaj.

Atas pertimbangan itu, Kemenag setempat lebih memperitmbangkan aspek kualitas pelayanan. Apalagi, di tahun 2018 lalu, kualitas pelayanan Jemaah calhaj di Cirebon meningkat hingga mencapai 85,5 persen atau relatif memuaskan.

“Kalau kita memaksakan kuota ditambah, tidak ada jaminan kualitas bisa dipertahankan. Kita menghindari hal tersebut,” tutur Mujayin.

Menunggu 17 tahun

Dari data di Kemenag Cirebon, hingga bulan Februari 2019 ini jumlah pendatar haji sudah mencapai 40 ribu lebih. Paling lama, bila jumlahnya menggunakan standar kuota tahun 2018, Jemaah menunggu keberangkatan sampai 17 tahun.

“Antusiasme masyarakat yang ingin berhaji relative tinggi, hanya saja, kemampuan kita terbatas. Kita bertahan dengan kuota yang untuk tingkat Jawa Barat di level tengah. Tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah. Kita perhitungkan dengan kapasitas pelayanan yang ada,” katanya.

Mujayin menjelaskan soal rencana pemerintah menaikan ongkos naik haji (ONH). Ada kemungkinan ONH naik dari semula Rp 34 juta, naik Rp 1 juta menjadi Rp 35 juta, kenaikan didasarkan pada kenaikan rata-rata biaya haji.

“Pemerintah melalui Menteri Agama sudah mengajukan kenaikan tersebut dan telah memperoleh persetujuan dari DPR RI,” ucapnya.

Menyusul kenaikan, Mujayin menjelaskan kalau pihaknya sudah langsung memberitahukan kepada masyarakat, terutama kepada Jemaah calhaj yang hendak berangkat di tahun ini. Kemenag setempat akan meningkatkan juga kualitas pelayanan, hingga kenaikan itu bisa dterima oleh calhaj.

“Kalau melihat kecenderungan selama tiga tahun ini, tampak kepuasan calhaj dari Cirebon meningkat terhadap sistem pelayanan pemberangkatan haji,” tutur Mujayin.(Agung Nugroho)***

Bagikan: